BORNEONEWS, Sukamara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara menggelar pelatihan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim yang diikuti sebanyak 30 bidan se Kabupaten Sukamara, di gedung Gawi Barinjam, pada Selasa (1/11/2016)

Kepala Dinkes Sukamara  Junaidin Tarigan mengatakan, kegiatan yang digelar selama empat hari itu bertujuan untuk meningkatkan jumlah tenaga bidan yang terampil sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dengan demikian upaya deteksi dini terhadap penyakit kanker payudara dan serviks bisa lebih cepat diketahui dan dapat dilakukan penanganan secepatnya.

“Setelah mengikuti pelatihan ini dan kembali ke daerahnya masing-masing, saya berharap kepada para bidan yang mengikuti dapat lebih terampil, cepat dan tanggap dalam pelayanan kesehatan terutama pemeriksaan IVA dan Sedanis. Dengan demikian akan menjamin terwujutnya upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.” Kata Junaidin Tarigaan saat membuka pelatihan.

Ia mengatakan saat ini kasus kanker payudara dan kanker mulut rahim cendrung meningkat. Jadi sangat diperlukan upaya deteksi dini agar dapat ditemukan dalam stadium awal atau pre kanker leher rahim. Apabila memungkinkan langsung diberikan tindak lanjut berupa penatalaksanaan pada faktor risiko atau pre kanker.

“Menindaklanjuti permasalahan tersebut maka melalui pelatihan teknis dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia baik dari segi kuantitas maupun kualitas yang menekan pada pengetahun serta kterampilan petugas kesehatan sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Tarigan.

Sementara itu Kabid Pengendalain Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Sukamara Ahmad Darsoni menuturkan, peserta pelatihan yang terdiri dari bidan di setiap puskesmas di Kabupaten Sukamara dapat menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dan pengetahuan untuk mendeteksi secara dini kanker tersebut.

“Kedepannya dengan adanya pelatihan ini bidan maupun perawat dapat melakukan pemeriksaan dini terhadap pasien yang ingin memeriksakan kesehatan rahim dan payudaranya,” harap Ahmad Darsoni. (MG-13/m)