BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Anak buah kapal (ABK) KM 7 Bintang Sukses yang dilaporkan terjatuh di perairan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, ditemukan meninggal dunia.
Korban di temukan terdampar di pesisir pantai Desa Sungai Perlu, sekitar 45 mil laut ke arah barat dari lokasi kejadian.
Operasi SAR pencarian terhadap korban resmi dihentikan pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, melalui On Scene Coordinator Capt. Mardattilah, mengungkapkan bahwa penghentian operasi dilakukan setelah adanya konfirmasi dari pihak kapal bahwa ciri-ciri jenazah yang ditemukan warga sesuai dengan korban.
“Korban ditemukan warga pada Kamis, 14 Agustus 2025 sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan sudah sangat memprihatinkan. Mengingat situasi tersebut, warga setempat memutuskan untuk memakamkan korban tidak jauh dari lokasi penemuan,” jelas Capt. Mardattilah.
Peristiwa ini bermula pada Minggu, 10 Agustus 2025 sekitar pukul 04.00 WIB, ketika KM 7 Bintang Sukses tengah berlayar dari Indramayu menuju perairan Kuala Pembuang untuk mencari cumi.
Dalam perjalanan, korban yang disebut mengalami depresi tiba-tiba melompat ke laut. Upaya pencarian oleh nahkoda dan kru kapal tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke Basarnas.
Selama tiga hari operasi, Tim SAR gabungan yang melibatkan Pos SAR Sampit, Polairud Polda Kalteng, TNI AL, BPBD Seruyan, Satpol Airud Polres Seruyan, dan kru kapal melakukan penyisiran sesuai area pencarian yang telah ditetapkan.
“Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. Terima kasih atas kerja sama semua pihak yang telah membantu operasi ini,” tandas Capt. Mardattilah. (FAHRUL/H)









