BORNEONEWS, Sampit - Saat ini masih banyak laporan warga yang mengatakan bahwa barak sering dijadikan tempat mesum, atau kumpol kebo pasangan d iluar nikah. Hal itu terjadi karena masih banyak pemilik barak yang tidak peduli dengan penyewa tempat kost miliknya.

Komandan Satpol PP Kotawaringin Timur Rihel mengatakan. saat ini masih banyak laporan masuk bahwa masih banyak barak untuk tempat perselingkuhan, mesum, dan juga pergaulan bebas. Mereka mengharapkan Satpol PP langsung memberikan tindakan untuk mendatangi tempat itu. 

“Memang banyak, dan itu terjadi akibat ketidakpedulian pemilik barak untuk mendata siapa yang menyewa tempatnya. Sehingga diketahui apakah orang itu bujangan, atau memang sudah suami-istri,” ujar Rihel. 

Kalau memang ada perhatian dari pemilik barak, jadi tidak usah menunggu tindakan dari Satpol PP lagi. Karena apabila mendapati kost-kostan jadi tempat mesum langsung saja dikeluarkan dari barak tersebut. Jadi penyewa dikemudian hari akan segan dan tidak berani melakukan hal yang sama. 

“Dengan itu barak akan aman dari tindakan penyakit masyarakat, dan warga sekitar juga tidak merasa terganggu,” ugkap Rihel. 

Selain peran dari pihak pemilik barak, peran dari RT dan masyarakat setempat juga diharapkan lebih ketat lagi dan menjaga daerah sekitarnya. Kalau melihat ada perbuatan yang janggal dengan barak yang ada di sekitarnya, langsung laporkan kepada pihaknya. 

Dengan catatan harus jelas, baik itu alamatnya, maupun hal lainnya sehingga pihak Satpol PP bisa langsung bertindak dengan cepat. 

“Selama ini banyak laporan, tapi hanya melalui SMS saja. Harusnya mereka berani datang ke kantor. Sehingga lebih jelas, dan dapat segara kami tindak,” kata Rihel. 

Rihel juga berjanji akan menyembunyikan identitas pelapor tersebut.  

Selain hal itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan razia di sejumlah tempat yang disinyalir sering dugunakan untuk perbuatan tidak senonoh. Hal itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan masyarakat di daerah ini. (M HAMIM/m)