BORNEONEWS, Kuala Kurun - Hujan dengan intensitas cukup deras terjadi di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal itu menyebabkan sejumlah sungai melaup, terutama Sungai Kahayan. Akibatnya, sejumlah desa di bandaran Sungai Kahayan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gumas M. Rusdi mengungkapkan, banjir mulai terjadi di beberapa desa, Senin (31/10/2016) malam. Beberapa desa yang terkena banjir di Kecamatan Tewah yaitu Desa Tumbang Lambaeng dan desa Tumbang Apit serta Desa Sare Rangan. Sementara di Kecamatan Kurun di wilayah Kelurahan Tampang Tumbang Anjir dan Desa Tumbang Lampahung.

“Ketinggian air di pemukiman penduduk yang terkena banjir mencapai 1 sampai 2 meter. Banjir itu mengganggu aktivitasmasyarakat,” ungkap Rusdi kepada Borneonews melalui sambungan telepon, Selasa (1/11/2016) sore.

Meski pun telah memetakan sejumlah desa yang terkena banjir, lanjut Rusdi, hingga sore kemarin pihaknya belum bisa memastikan jumlah rumah yang terendam. Mengingat petugas BPBD masih melakukan pendataan.

“Kerugian dan jumlah rumah yang terendam belum kami ketahui. Saat ini petugas melakukan pendataan di lapangan dan membantu masyarakat yang terkena banjir. Kami juga berkoordinasi dengan aparat desa, kelurahan dan ketua RT. Untuk korban jiwa tidak ada dilaporkan,” terang dia.

Kepala BPBD Gumas menyatakan, petugas BPBD dengan dibantu petugas dari instansi terkait lainnya terus siaga. Di samping itu, semua peralatan untuk mengantisipasi bencana banjir juga disiapkan. “Banjir di wilayah Kecamatan Tewah sore ini mulai surut. Kepada masyarakat tetap waspada dan jangan lengah terhadap bencana banjir,” pesan Rusdi.

Dia juga mengingatkan, supaya masyarakat proaktif menyampaikan laporan ke BPBD bila terkena bencana banjir. Hal itu supaya petugas cepat menuju lokasi untuk membantu masyarakat.

”Untuk bantuan sembako akan kami koordinasikan dulu dengan BPBD provinsi,” ucap dia.

Sementara itu Bupati Gumas Arton S Dohong mengingatkan kepada semua instansi terkait untuk siaga mengantasipasi bencana banjir.

”Bila ada informasi banjir cepat ke lokasi dan membantu masyarakat,” ingat Arton. (EPRA SENTOSA/m)