BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun Akademik 2025/2026 resmi ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang menghadirkan antusiasme tinggi dari para peserta.
Diskusi ini menjadi penutup rangkaian edukasi keuangan yang sebelumnya disampaikan oleh Kantor Otoritas Jasa Keuangan atau KOJK Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru Fakultas Hukum UPR diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber mengenai berbagai topik yang relevan dengan kehidupan finansial mereka. Pertanyaan yang diajukan mencakup cara mengatur uang saku secara efisien, strategi menghindari utang konsumtif, hingga tips memulai investasi kecil-kecilan yang sesuai dengan kondisi mahasiswa.
Narasumber dari Asisten Manajer Senior Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, R Arvin Jazmi Adhyaksa, menjawab pertanyaan dengan pendekatan praktis dan mudah dipahami. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, agar mahasiswa dapat menjalani kehidupan kampus dengan lebih mandiri dan terencana.
“Kebiasaan kecil seperti mencatat pengeluaran dan menetapkan prioritas bisa berdampak besar dalam jangka panjang,” kata Arvin dalam rilisnya pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Diskusi ini tidak hanya memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipaparkan, tetapi juga membuka ruang dialog yang membangun antara regulator dan generasi muda. Mahasiswa diajak untuk lebih kritis dalam mengenali produk dan layanan jasa keuangan, serta memahami manfaat dan risiko yang menyertainya. Edukasi ini menjadi langkah awal untuk membentuk karakter finansial yang tangguh dan cerdas.
“Harapannya, seluruh materi yang dibagikan selama PKKMB dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengelola keuangan secara bijak,“ katanya.
Dengan pemahaman yang lebih baik, mahasiswa diharapkan mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen KOJK Kalteng dan UPR dalam mendorong literasi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara lembaga keuangan dan institusi pendidikan seperti ini dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan ekonomi dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai,“ tutupnya. (TESTI PRISCILLA/H)









