BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya yang membidangi Komisi II, Hap Baperdu menegaskan bahwa penguatan produksi cabai lokal merupakan langkah strategis dalam upaya mengendalikan inflasi pangan di daerah.
Menurutnya cabai adalah salah satu komoditas yang paling berpengaruh terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa ketergantungan pada pasokan dari luar daerah sering kali membuat harga cabai melonjak saat terjadi gangguan distribusi.
Oleh karena itu mendorong petani lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas lahan tanam cabai menjadi kunci penting menjaga stabilitas harga.
“Kalau kita bisa memenuhi kebutuhan dari produksi lokal, tentu tekanan terhadap inflasi bisa ditekan. Hal ini juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat petani,” ujar Hap, Sabtu, 16 Agustus 2025.
Selain meningkatkan produksi, ia menilai perlu adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah berupa penyediaan bibit unggul, pupuk, pendampingan teknis, hingga jaminan pasar.
Menurutnya, kebijakan yang menyentuh langsung petani akan lebih efektif dalam menciptakan kemandirian pangan.
Hap juga menekankan perlunya membangun rantai distribusi yang efisien. Harga cabai sering melonjak tajam bukan hanya karena produksi terbatas, tetapi juga akibat distribusi yang tidak terkendali.
“Kita perlu memastikan jalur distribusi dari petani ke pasar berjalan lancar dan tidak dipermainkan tengkulak,” tegasnya.
DPRD Palangka Raya siap mengawal program penguatan produksi pangan strategis ini melalui fungsi pengawasan dan dukungan kebijakan anggaran. Hal ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, penguatan produksi cabai lokal bukan hanya soal menekan inflasi, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan daerah. Dengan demikian, Palangka Raya tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar, sehingga lebih tahan terhadap gejolak pasar.
Hap menutup dengan harapan agar Pemko Palangka Raya menjadikan program ketahanan pangan sebagai prioritas utama.
“Kami ingin agar masyarakat tetap mendapatkan harga yang terjangkau, sementara petani lokal juga memperoleh keuntungan yang layak dari hasil kerja keras mereka,” pungkasnya. (MARINI/R)









