BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu menyoroti persoalan penyakit pada tanaman cabai yang masih menjadi tantangan serius bagi para petani.
Serangan hama dan penyakit sering kali membuat hasil panen menurun drastis dan menyebabkan harga cabai melonjak di pasaran.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada petani. Pemerintah daerah perlu hadir dengan kebijakan nyata yang membantu mencegah serta mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman cabai.
“Kita tidak boleh membiarkan petani berjuang sendiri menghadapi masalah yang secara langsung berdampak pada inflasi pangan,” ujarnya, Sabtu, 16 Agustus 2025.
Menurutnya dukungan pemerintah bisa berupa penyediaan pestisida ramah lingkungan, bibit unggul yang lebih tahan penyakit, serta program pendampingan teknis bagi petani. Dengan begitu, produksi cabai lokal dapat lebih stabil dan tidak mudah terganggu oleh faktor eksternal.
Hap menilai perlunya penguatan peran penyuluh pertanian di lapangan. Keberadaan penyuluh yang aktif mendampingi petani akan membantu mereka mengenali gejala awal serangan penyakit serta cara cepat menanganinya agar tidak meluas.
Politisi PSI ini juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dengan lembaga penelitian pertanian.
Ia menilai hasil riset tentang pengendalian hama dan penyakit perlu segera diterapkan di lapangan, sehingga petani bisa merasakan manfaatnya secara langsung.
DPRD Palangka Raya siap mengawal kebijakan penguatan sektor pertanian hortikultura melalui fungsi legislasi dan pengawasan.
Menurutnya, upaya ini harus dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan dan kestabilan harga kebutuhan pokok.
“Kalau penyakit tanaman cabai bisa dikendalikan dengan baik, maka kita tidak hanya membantu petani, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat. Cabai adalah salah satu komoditas paling sensitif yang berpengaruh pada inflasi,” tegasnya.
Hap harapankan agar Pemko Palangka Raya segera menyusun program khusus pengendalian hama dan penyakit tanaman cabai. Dengan begitu, para petani tidak lagi terbebani kerugian besar, dan masyarakat tetap bisa memperoleh cabai dengan harga yang terjangkau. (MARINI/R)









