BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery menyoroti persoalan kemiskinan di wilayah perkotaan yang masih menjadi tantangan serius.
Ia menilai kebijakan pemerintah kota harus lebih terarah dan memiliki dasar hukum yang kuat agar penanggulangan kemiskinan dapat berjalan efektif.
Menurutnya salah satu langkah penting adalah mematangkan Raperda tentang penanggulangan kemiskinan. Dengan adanya payung hukum tersebut, setiap program pemerintah akan memiliki landasan yang jelas, terukur, dan berkesinambungan.
“Raperda ini jangan hanya sebatas formalitas. Harus benar-benar dimatangkan, sehingga mampu menjawab persoalan kemiskinan di perkotaan, baik dari sisi lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi, maupun perlindungan sosial,” tegas Khemal, Sabtu, 16 Agustus 2025.
Ia menambahkan, kemiskinan di perkotaan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan pedesaan. Warga kota cenderung menghadapi biaya hidup tinggi, keterbatasan akses perumahan layak, serta lapangan kerja yang tidak stabil. Oleh sebab itu, kebijakan penanggulangan harus disesuaikan dengan kondisi tersebut.
Khemal mendorong agar Raperda ini juga memuat strategi konkret pemberdayaan masyarakat, seperti dukungan terhadap UMKM, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta kemudahan akses permodalan. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak bergantung pada bantuan semata.
Politisi Golkar ini juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah kota, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan implementasi Raperda nantinya.
“Penanggulangan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tapi harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
DPRD Palangka Raya terus mendorong agar Raperda tersebut segera difinalisasi dan disahkan. Ia menilai, semakin cepat aturan ini disepakati, semakin cepat pula program penanggulangan kemiskinan bisa dijalankan secara terukur.
Khemal menutup dengan harapan agar Raperda penanggulangan kemiskinan benar-benar menjadi instrumen nyata yang berpihak pada masyarakat kecil.
“Kami ingin Palangka Raya tumbuh sebagai kota yang inklusif, di mana semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup layak,” pungkasnya. (MARINI/R)









