PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya riset terapan yang mampu dihilirisasi menjadi teknologi dan model pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah saat menjadi narasumber Orientasi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya Tahun Akademik 2025/2026.

“Riset yang kita lakukan jangan hanya berhenti di meja laboratorium atau di rak perpustakaan. Hasilnya harus dihilirisasi menjadi teknologi dan model pemberdayaan yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Darliansjah di Palangka Raya, Jumat, 15 Agustus 2025.

Menurutnya, penyelarasan riset dengan pembangunan daerah merupakan kunci agar hasil penelitian tidak hanya menjadi tumpukan arsip.

Hasil penelitian dapat memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Pemerintah mendorong perguruan tinggi menjadi pusat inovasi yang aplikatif.

Darliansjah menegaskan, riset yang bermanfaat harus mampu menghasilkan inovasi lokal yang mendukung transformasi pembangunan di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/R)