PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menegaskan bahwa penyusunan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 telah dilakukan secara transparan dan partisipatif.

Hal ini disampaikan saat ia membacakan pidato Gubernur Kalteng dalam Rapat Paripurna ke-18 DPRD Provinsi Kalteng.

“Dokumen strategis ini telah melalui serangkaian proses pembahasan yang transparan dan partisipatif,” ujar Wagub Edy Pratowo di Palangka Raya, Jumat, 15 Agustus 2025.

Ia menjelaskan prinsip money follow program diterapkan untuk memastikan alokasi anggaran mendukung program prioritas yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Prioritas tersebut mencakup kemandirian daerah, peningkatan PAD, pembangunan SDM melalui pendidikan inklusif, hingga penguatan riset dan inovasi berlandaskan filosofi Belom Bahadat.

Selain itu, arah kebijakan juga fokus pada pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, dan reformasi birokrasi.

“Kami berharap, kesepakatan ini menjadi dasar yang kuat bagi penyusunan Rancangan APBD 2026,” lanjutnya. (HERMAWAN DP/R)