BORNEONEWS, Palangka Raya – Kalimantan Tengah (Kalteng) patut berbangga. Provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini ramai-ramai dikunjungi sejumlah Komisi DPR RI. Tiga komisi di DPRD ini datang dalam waktu hampir bersamaan, yaitu Komisi III, Komisi V, dan Komisi VI, pada Senin-Rabu (31/10-2/11/2016). Tujuan mereka berbeda-beda sesuai bidang kerja dan mitra kerja di kementerian.

Sebelumnya, Kalteng juga kedatangan Badan legislasi (Baleg) DPR RI, dan berselang hari kemudian juga kehadiran Komisi IV DPR RI yang membahas masalah tata ruang dan mengungkap beberapa tawaran penyelesaian atas perkebunan bermasalah yang sangat membantu Pemprov Kalteng. Gubernur Kalteng tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiannya.

“Pekan lalu ada Baleg DPR RI datang, lalu dari Komisi IV, dan sekarang Komisi III, V, dan VI. Tentu  Ini sangat baik dan bagus, serta menjadi berkah bagi Kalteng.  Sebab membangun Kalteng ini tidak bisa mengharap dari APBD Kalteng, anggarannya sangat kecil. Jadi mudah-mudahan kedatangan Komisi ini, mampu membantu program dari bidangnya masing-masing,” ujarnya, Selasa (01/11/2016).

Misalnya, sambung Sugianto, Komisi V membidang infrastruktur, maka harus gunakan kesempatan ini sharing dengan mereka. Lalu apa perintahnya kepada kepala dinas (Kadis) jajarannya? Ia pun kembali mengingatkan, seorang pejabat level kepala dinas atau kepala badan, seharusnya berpikir layaknya manajer, bukan lagi sebagai pegawai. Sugianto meminta mereka agar mampu meng-entertaint tamu daerah terutama dari pemerintah pusat, agar terjalin komunikasi yang baik.

“Tentu saya minta kepala dinas terkait supaya lebih bekerja keras. Sejak saya dilantik jadi gubenur, saya minta agar (maaf) jangan berpikiran seperti pegawai negeri, tapi bak pengusaha yang pintar managerial. Belajarnya adalah meng-entertainment pejabat pusat dan DPR RI,” ujarnya.

“Entertainment itu bukan nyogok dengan duit, tetapi bagaimana sowan ke dirjen, mengakrabkan diri dengan bertamu ke wakil rakyat di DPR, ngopi, makan siang bareng, dan acara santai lainnya. Intinya memperlebar jaringan, bukan nyogok atau pungli, sehingga ada kedekatan,” tandasnya.

Sugianto meyakini, kedatangan pejabat negara dari unsur DPR RI tersebut bukan kebetulan. Ia yakin, selain menganggap Kalteng sebagai sahabat, tidak bisa dipungkiri juga karena ada keakaraban saat dirinya dulu menjabat wakil rakyat di Senayan. Namun yang ia tekankan, agar langkah manajerial itu diikuti oleh jajarannya di satuan kerja perangkat daerah.

“Saya yakin bukan karena karena saya dekat dengan DPR RI, tetapi memang saya tidak ada masalah alias clear sehingga mereka senang datang ke Kalteng.  Ini sangat saya syukuri karena mereka tadi beri support, memberi motivasi untuk membangun Kalteng, memberi peluang sinergi seperti membangun jalan yang belum selesai, komunikasi dengan Balai dan Jembatan,dan seterusnya,” papar Sugianto.

“Status Jalan nasional di Kalteng itu sepanjang 2.002 Km, jalan provinsi 1.100 km. Nah Kalteng ini provinsi yang sedikit sekali bantuannya dari pusat. Nah, alhamdulillah saat ini didukung lagi oleh legislatif. Keinginan saya agar saat RDP dengan menteri, mereka akan menyampaikan apa yang diminta Kalteng, sehingga banyak program mengalir ke kita,” tutupnya.

Ketua delegasi Komisi V Lasarus, yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI secara terpisah juga senada dan meneguhkan ucapan Sugianto. Dalam sambutannya, ia merasa ada sesuatu di Kalteng yang harus diperhatikan.

“Ini kunjungan yang pertama dan prioritas pilih ke Kalteng lho. Dalam masa reses kami, cuma tiga daerah yang dapat kami penuhi meski puluhan surat usulan yang masuk ke kita. Dua lainnya adalah Bangka Belitung dan Papua Barat,” kata Lazarus. (ROZIKIN/m)