PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Di tengah maraknya penggunaan gadget di kalangan anak-anak, dua siswa sekolah dasar di Desa Pandawei, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, memilih kegiatan yang berbeda.

Kevin dan Kesya, dua anak SD tersebut, lebih senang mengisi waktu luang mereka dengan memancing di tepi Sungai Kahayan.

Kebiasaan ini menjadi pemandangan yang menyejukkan di tengah kekhawatiran para orang tua terhadap dampak negatif penggunaan handphone berlebihan.

“Daripada main HP terus, lebih enak memancing. Bisa lihat pemandangan dan kadang dapat ikan,” ujar Kevin dengan senyum polosnya, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Kesya, teman sepermainan Kevin, juga mengaku lebih suka menghabiskan sore dengan duduk di pinggir sungai sambil menunggu kail pancing bergerak.

Kegiatan tersebut membuatnya merasa tenang dan tidak cepat bosan. “Kalau dapat ikan kecil saja sudah senang. Rasanya beda sama main game,” katanya.

Fenomena ini mendapat apresiasi dari orang tua mereka yang menilai memancing bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana melatih kesabaran dan kemandirian anak.

Orang tua Kevin bernama Sriwati mengatakan, anak-anak zaman sekarang memang sulit lepas dari gadget, namun dengan mengarahkan mereka pada kegiatan positif seperti memancing, bisa menjadi solusi.

"Selain menjadi alternatif hiburan, kegiatan memancing juga mempererat ikatan pertemanan dan membuat anak-anak lebih dekat dengan alam," kata Sriwati.

Suasana Sungai Kahayan yang tenang, dengan hembusan angin dan suara burung, menambah kesan damai saat mereka menunggu hasil tangkapan.

Warga Desa Pandawei Elisa,  juga menilai kebiasaan ini dapat menjadi contoh bagi anak-anak lainnya agar tidak selalu bergantung pada handphone.  Hal ini bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi kecanduan gadget sekaligus menjaga tradisi hidup dekat dengan alam

“Sekarang banyak anak yang sibuk dengan HP, sampai lupa bermain di luar. Padahal kegiatan sederhana seperti memancing bisa membuat anak-anak sehat dan bahagia,” ungkapnya. 

Fenomena yang ditunjukkan oleh Kevin dan Kesya menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak harus datang dari layar gadget.

Dengan kesederhanaan, anak-anak bisa menemukan kebahagiaan mereka sendiri, sekaligus menjaga interaksi sosial dan kedekatan dengan alam yang semakin jarang ditemui di era digital saat ini. (MARINI/R)