SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Paskibraka Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan tidak hanya menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda untuk membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Kita berharap mereka menjadi agen-agen perubahan, memberi atau menjadi contoh teladan bagi orang-orang di sekitarnya, bagi generasi muda yang ada di sekitar mereka. Menjadi role model sehingga mental mereka yang sudah dibentuk sedemikian rupa dan kepribadian mereka bisa menjadi contoh orang-orang di sekitar mereka,” ujar Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Eddy H Setiadi, Minggu, 17 Agustus 2025.

Eddy menjelaskan tugas Paskibraka tidak berhenti setelah pengibaran bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan. Saat ini ada perubahan aturan, di mana mereka baru resmi menjadi Purna Paskibraka setelah melaksanakan tugas kedua pada Hari Lahir Pancasila.

“Kalau dulu setelah selesai upacara 17 Agustus dianggap selesai dan resmi menjadi Purna Paskibraka. Tetapi sejak beberapa tahun belakangan ini ada perubahan peraturan, sehingga mereka dinyatakan resmi setelah melaksanakan tugas saat Hari Lahir Pancasila. Jadi mereka punya dua tugas, saat Hari Kemerdekaan dan nanti saat Hari Lahir Pancasila,” katanya.

Selama rentang waktu tersebut, para anggota Paskibraka akan berada dalam pemantauan dan pengawasan terkait perilaku dan etika.

“Jika memang ada yang melanggar aturan, melanggar etika, tentunya dia tidak akan masuk sebagai Purna Paskibraka,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Eddy berharap generasi muda Kotim, khususnya Paskibraka, memiliki mental dan kepribadian berkarakter Pancasila sesuai ikrar yang mereka ucapkan saat pengukuhan.

“Harapan kita masyarakat Kotim khususnya generasi muda memiliki mental dan kepribadian yang berkarakter Pancasila seperti yang mereka ikrarkan saat pengukuhan. Sehingga Indonesia Emas itu bisa terwujud,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)