BORNEONEWS, Kasongan - Ruangan Kepala Bidang (Kabid) Keuangan RSUD Mas Amsyar Kasongan Kabupaten Katingan lantai dua terbakar, Rabu (2/11) sekitar pukul 07.45 Wib.

Kebakaran yang sempat menghanguskan satu unit rak berisi berkas-berkas penting masalah keuangan itu tidak merembet ke ruangan lainnya.

Menurut pantauan Borneonews, selain tumpukan berkas yang hangus dilalap api, kebakaran di ruangan Kabid Keuangan ini juga menghanguskan satu unit air conditioner (AC), kemudian alat pemanas/pendingin air (dispenser) dan kursi ruangan.

Sementara dinding dan plafon ruangan tampak terlihat hangus. Peristiwa terjadi pada pagi hari saat jam masuk kerja, hingga sejumlah pegawai rumah sakit segera memadamkan kobaran api di ruang kabid keuangan tersebut.

Wakil Bupati Sakariyas dan Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas Suyono sejam setelah kejadian langsung meninjau ke tempat kejadian perkara (TKP).

Wakil Bupati Sakariyas dan Kapolres AKBP Tato Pamungkas Suyono mengecek langsung ke dalam ruangan kabid keuangan melihat puing berkas yang sebagian besar sudah menjadi abu karena terbakar itu.

Kepada wartawan Direktur RSUD Mas Amsyar Kasongan Noor Sanuri menyatakan kebakaran di ruangan Kabid Keuangan itu terjadi sekitar pukul 07.45 Wib.

"Awal mula yang mengetahui kebakaran di ruangan kabid keuangan ini adalah pegawai tata usaha kami, yaitu Alen dan Berlin," kata Noor Sanuri.

Noor Sanuri mengaku tidak mengetahui apa penyebab terjadinya kebakaran di ruangan kabid itu.

"Yang jelas musibah kebakaran di ruangan Kabid Keuangan RSUD Mas Amsyar lantai dua itu tidak mengganggu pelayanan rumah sakit," katanya.

Dari keterangan pihak rumah sakit, dua hari sebelumnya Kepala Bidang Keuangan RSUD Mas Amsyar Kasongan, Rosetini tidak masuk kantor dengan alasan sakit. Namun pada saat kebakaran Rosetini ini sebenarnya datang ke rumah sakit, namun untuk berobat di lantai bawah.

Kebakaran di ruangan Kabid Keuangan RSUD Mas Amsyar ini menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Pasalnya sejak seminggu terakhir ini pihak BPK RI perwakilan Kalteng tengah melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan APBD tahun anggaran 2015, dan kini sedang berlangsung di sejumlah dinas atau badan. Sementara untuk RSUD Mas Amsyar masih belum dapat giliran pemeriksaan pihak BPK RI perwakilan Kalteng tersebut. (ABDUL GOFUR/m)