BORNEONEWS, Nanga Bulik -- SEMUA Warga desa Bakonsu, Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau bisa menariBabukung.  Ini tradisi, ini budaya,karena itu semua warga bisa!

Itulah pernyataan Kepala Desa Bakonsu, Leo NI JP, kepada Borneonews. Karena itu tidak mengherankan jika kelompok Babukung dari desanya juga menyabet Juara I untuk jenis bukung (topeng)  Kompadi dalam festival yang baru saja berlangsung (28-30/10/2016).

Desa Bakonsu sendiri berada di Kecamatan Lamandau, yang dalam festival Babukung kali ini menyabet gelar Juara Umum. Kecamatan ini menyabet enam kejuaraan  dari 12 kategori yang dilombakan. “Semua warga desa bisa menari Babukung. Inilah  keunggulan kami,” kata Leo.

Karena kemahiran menarikan tari Babukung di daerah ini, Bupati Lamandau, Mas Labihi Patih Kunci Marukan   menyebut warga desa-desa di Kecamatan Lamandau sebagai  ‘manusia-manusia bukung.’  Mengapa? Karena tanpa dilatih secara khusus, mereka semua sudah bisa menari Babukung. “Maka layaklah jika mereka memborong enam  kejuaraan dari 12 kategori,” kata Marukan.

Leo  sendiri mengaku,  desanya merupakan desa adat yang memiliki budaya yang cukup kaya. karena itulah selama ini Bakonsu dikenal oleh wisatawan manca negara  sebagai sebuah destinasi budaya.

“Kami sangat bersyukur babukung yang bernilai seni tinggi ini bisadibudayakan melalui festival. Karena sebelumnya Babukung hanya  bisa ditampilkan di saat ada kematian. “

Sebagai  desa adat, Bakonsu masihmemiliki berbagai atribut budaya Dayak, seperti rumah betang, patung-patungsampudu, tempat penyimpanan tengkorak, kuburan tua yang  senantiasa dilakukan upacara yang dikemasdengan acara-acara budaya, lancang dan sebagainya.

Bakonsu merupakan salah satu desa adat di Kabupaten Lamandau, yang  memiliki karakteristik budaya khas. Dari Kota NangaBulik, desa Bakonsu  hanya berjaraksekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat.

Selain peninggalan budaya (adat)  masih ada, tradisi Dayak di desa ini jugamasih terpelihara. “Desa kami sangat potensial. Dan dikenal  wisatawan manca negara. Malah, potensinya,bisa dibilang nomor dua setelah Tanjung Puting,” kilahLeo. (yoh/*).