BORNEONEWS, Sampit – Kasus gagalnya keberangkatan umroh yang dialami puluhan warga Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kotim, Zainudin. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh.
“Saya mengajak masyarakat untuk benar-benar memeriksa legalitas travel yang akan digunakan. Jika perlu, koordinasikan dengan Kementerian Agama (Kemenag) karena mereka mengetahui travel umroh dan haji yang resmi terdaftar,” kata Zainudin, Minggu, 17 Agustus 2025.
Lanjutnya, masyarakat di wilayah terpencil seperti Kacamatan Pulau Hanaut memiliki risiko palingan rentan terhadap penipuan perjalanan umroh dan haji. Sehingga dirinya mengimbau masyarakat memilih travel resmi yang banyak di Kota Sampit daripada travel dari luar daerah yang datang mencari jemaah.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran agar masyarakat tidak mudah terperdaya oleh iming-iming harga murah atau bonus keberangkatan.
“Jangan sampai terulang. Ini menyangkut niat ibadah, tetapi banyak oknum memanfaatkan untuk keuntungan pribadi. Bahkan mereka mengatasnamakan agama,” ujarnya.
Zainudin, yang merupakan mantan Kepala Kemenag Kotim, menegaskan bahwa haji plus dan umroh dikelola oleh pihak swasta melalui travel resmi yang mendapatkan izin pemerintah pusat. Karena itu, masyarakat diminta selalu mengecek legalitas travel sebelum mendaftar.
“Travel umroh resmi bisa dicek melalui Kemenag. Jangan percaya dengan iming-iming, apalagi jika diminta mencari jamaah tambahan untuk mendapatkan bonus keberangkatan. Itu modus yang sering digunakan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tokoh agama untuk tidak mudah tergiur mempromosikan tawaran yang tidak jelas serta mendorong Kemenag melakukan sosialisasi di berbagai acara, baik formal maupun nonformal.
"Oleh karena itu sosialisasikanlah dari Kemenag melalui KUA, masyarakat harus diberitahu. Sosialisasi bisa dilakukan baik saat acara-acara resmi ataupun tidak resmi ataupun acara keagamaan dan acara pernikahan boleh KUA menyampaikan. Jangan sampai masyarakat terjebak dengan travel-travel yang tidak pas," katanya.
Lebih lanjut, jika masyarakat menemukan atau telah menjadi korban travel bodong, ia meminta segera melaporkan kepada pihak berwajib. Agar tidak ada lagi warga menjadi korban.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 27 warga Desa Kelampan Besar gagal berangkat umroh pada 7 Agustus 2025. Mereka menjadi korban penipuan oleh seorang berinisial Y yang mengaku agen perjalanan umroh PT Maali dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Salah satu korban, Sholehudin, menuturkan bahwa pelaku menawarkan paket umroh kepada seorang ustaz di desa tersebut dengan biaya Rp35 juta per orang.
“Kami sudah menyicil sejak 2024, dan setelah lunas, kami dijanjikan berangkat tanggal 7 Agustus 2025. Tapi mendadak gagal tanpa alasan jelas,” ujarnya.
Setelah didatangi warga, Y mengaku uang setoran telah habis dipakai untuk kepentingan pribadi dan tidak pernah disetorkan ke perusahaan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Kotim. (DEWI PATMALASARI/J)









