BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memacu pelaksanaan cetak sawah untuk menyukseskan program nasional swasembada pangan. Kendala di lapangan dalam membuka lahan baru menjadi sawah siap tanam tetap menjadi perhatian.
Pemprov Kalteng menargetkan pembukaan lahan cetak sawah seluas 75 ribu hektare di berbagai kabupaten. Rinciannya, Kapuas (40.779 hektare sudah kontrak, 3.845 hektare proses kontrak), Pulang Pisau (10.931 hektare sudah kontrak), Kotawaringin Timur (4.261 hektare sudah kontrak), Barito Utara (4.148 hektare sudah kontrak), Seruyan (2.791 hektare sudah kontrak, 3.696 hektare proses kontrak), dan Lamandau (311 hektare sudah kontrak).
"Progres saat ini, lahan yang sudah land clearing seluas 91,1 hektare. Lahan yang sudah diolah seluas 2,5 hektare dari 311 hektare yang direncanakan," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon, melalui pesan WhatsApp pada Senin, 18 Agustus 2025.
Program cetak sawah rakyat ini bertujuan menambah luas baku sawah atau memperluas areal sawah baru demi mencapai swasembada pangan nasional. Pekerjaan cetak sawah ini didanai APBN dan dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah.
"Pihak provinsi sudah melakukan monitoring dan evaluasi, serta turun langsung ke lapangan," jelasnya.
Tiryan mengakui adanya kendala dalam pembukaan lahan sawah di Desa Kujan dan Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, karena lokasi tersebut sering terendam banjir. Ia berharap, pembukaan lahan sawah ini dilengkapi dengan pengaturan pengairan yang baik.
"Beberapa hari lalu, dua traktor pengolah tanah sempat amblas, namun sudah berhasil dievakuasi. Distankan Kabupaten Lamandau siap mendukung program ini," tambahnya.
Kelompok tani setempat telah menyatakan kesiapan mengelola lahan cetak sawah tersebut. Distankan juga akan memberikan pendampingan melalui penyuluh agar program penanaman padi berhasil dan mendukung ketahanan pangan. (NATALIA KRISTIN/y)









