PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi mendorong Pemko untuk memastikan bahwa setiap pembangunan yang dijalankan tidak mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal serta tradisi masyarakat.

Menurutnya pembangunan yang baik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjaga identitas budaya daerah.

“Pembangunan harus selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal. Jangan sampai modernisasi menghilangkan tradisi dan budaya yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Palangka Raya,” ujar Subandi, Senin, 18 Agustus 2025.

Palangka Raya memiliki kekayaan budaya Dayak dan tradisi lokal yang menjadi kebanggaan. Kearifan lokal tersebut harus tetap dijaga dan diintegrasikan dalam setiap program pembangunan, baik di bidang tata ruang, lingkungan, maupun pemberdayaan masyarakat.

Menurut Subandi, salah satu tantangan pembangunan kota adalah menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya. 

“Kita boleh maju secara infrastruktur dan teknologi, tetapi jangan melupakan akar budaya yang menjadi jati diri masyarakat,” katanya.

DPRD terus mendorong agar Pemko Palangka Raya melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta lembaga kebudayaan dalam perencanaan pembangunan.

Dengan begitu, setiap program yang dilaksanakan benar-benar berpihak kepada masyarakat tanpa menyingkirkan nilai-nilai tradisi.

Ia juga menilai bahwa pelestarian budaya lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi perkembangan sektor pariwisata. Dengan memadukan pembangunan modern dan kearifan lokal, Palangka Raya bisa tampil sebagai kota yang maju sekaligus memiliki ciri khas yang kuat.

Subandi menekankan pentingnya pendidikan dan sosialisasi kepada generasi muda tentang nilai kearifan lokal.

Ia berharap sekolah-sekolah turut mengintegrasikan nilai budaya dalam proses pembelajaran sehingga tradisi masyarakat tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang tetap berpijak pada budaya sendiri. Dengan begitu, Palangka Raya bisa maju tanpa kehilangan jati diri,” pungkasnya.(MARINI/R)