PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

Prakirawan cuaca, Rahmat Alfandy, menyampaikan bahwa kondisi cuaca umumnya akan berawan hingga hujan ringan, namun terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di berbagai wilayah.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 33°C dengan kelembaban udara antara 60 persen hingga 100 persen Angin akan bertiup dari arah Timur ke Barat dengan kecepatan 5-15 kilometer per jam.

"Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah," katanya, Selasa 19 Agustus 2025.

Selain itu, perlu diwaspadai potensi hujan lokal dengan intensitas serupa namun dengan durasi singkat, yang juga dapat disertai petir, angin kencang, atau bahkan angin puting beliung.

Dampak dari cuaca ekstrem ini perlu diantisipasi dengan serius. Masyarakat diharapkan berhati-hati terhadap potensi bencana seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) juga perlu diwaspadai karena dapat memicu hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah.

Selain potensi bencana hidrometeorologi, Kalimantan Tengah juga perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan.

Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun, mengingat kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran.

Untuk wilayah perairan, prospek tinggi gelombang mingguan di Perairan Selatan Kalimantan Tengah diperkirakan berkisar antara 0.5 hingga 1.5 meter, yang tergolong rendah hingga sedang.

Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diimbau untuk berhati-hati dan memantau perkembangan cuaca.

Masyarakat dan pihak terkait, terutama yang memiliki kegiatan operasional, disarankan untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya.

"Pembaruan prakiraan cuaca mingguan sangat penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu," pungkasnya. (PATHUR/y)