BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Prosesi pemakaman Pangeran Muasjidinsyah bin Pangeran Ratu Alamsyah - Sultan Kotawaringin ke 14 berlangsung khidmat dan penuh nuansa adat Kesultanan Kotawaringin namun tetap sesuai koridor syariat Islam.
Almarhum dimakamkan di Komplek Pemakaman Kesultanan Kotawaringin, Selasa, 19 Agustus 2025, dengan diiringi doa dari keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Putra almarhum, Gusti Moch. Awaludin M, menyampaikan bahwa pemakaman ini tetap mengedepankan syariat Islam namun juga tidak meninggalkan tradisi Kesultanan.
“Tadi ada menggunakan prosesi Jampana, yaitu jenazah dipikul bersama-sama menggunakan tandu. Tradisi ini tetap kami laksanakan, meski tetap dalam koridor syariat Islam,” jelas Gusti Moch. Awaludin M.
Sebelumnya, menurut Gusti Moch. Awaludin M, jenazah almarhum disemayamkan di rumah pribadinya, sesuai wasiat semasa hidup.
“Sebetulnya kerabat ingin beliau disemayamkan di Istana Kuning. Namun almarhum sudah menegaskan sejak lama, bila tiba saatnya, ingin disemayamkan di rumah pribadi. Maka keluarga menuruti keinginan beliau,” jelas Gusti Moch. Awaludin M.
Usai disemayamkan dan kemudian dibawa ke Istana Kuning yang tidak jauh dari rumahnya, lanjut Gusti Moch. Awaludin M, jenazah dimandikan dan disalatkan bersama para pelayat. Pemerintah daerah juga turut men-support jalannya prosesi pemakaman, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus bagian dari Kesultanan Kotawaringin.
“Alhamdulillah, prosesi pemakaman berjalan lancar. Banyak pihak yang hadir, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga perwakilan TNI-Polri, yang ikut mengiringi dan mendoakan beliau,” jelas Gusti Moch. Awaludin M. (WAHYU KRIDA/Y)









