NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lamandau aktif berpartisipasi dalam penandatanganan kontrak swakelola kegiatan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun Anggaran 2025 Provinsi Kalimantan Tengah.

Acara ini diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan tatap muka dan virtual melalui platform Zoom Meeting, pada hari Selasa, 19 Agustus 2025. di Aula Kantor PUPR Nanga Bulik.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Tengah, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait. Penandatanganan kontrak ini menandai dimulainya pelaksanaan program PAMSIMAS di berbagai desa di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Lamandau.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lamandau, Joni Elen, melalui Kasi Cipta Karya, Pebta, menyampaikan bahwa program PAMSIMAS ini memegang peranan penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

"Kegiatan PAMSIMAS ini mencakup seluruh Kalimantan Tengah, namun untuk Kabupaten Lamandau sendiri, program ini akan menyasar dua desa, yaitu Desa Wonorejo dan Desa Sumber Mulya. Kami berkomitmen untuk melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung," ujarnya.

Pebta juga menjelaskan bahwa Dinas PUPR Kabupaten Lamandau akan berperan aktif dalam mengawasi serta mendampingi pelaksanaan program PAMSIMAS di tingkat desa.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami akan melakukan penambahan jaringan perpipaan ke rumah-rumah warga. Untuk setiap desa, targetnya adalah 100 rumah. Kami juga akan memastikan bahwa pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi dilakukan sesuai dengan standar teknis yang berlaku, serta melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat," tambahnya.

Program PAMSIMAS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai target 100% akses air bersih dan sanitasi bagi seluruh masyarakat Indonesia pada tahun 2025. Diharapkan, melalui program ini, kualitas hidup masyarakat di pedesaan dapat meningkat, sekaligus mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk.

"Diharapkan, melalui kegiatan ini, koordinasi dan sinergi antara berbagai pihak terkait dapat terjalin dengan baik, sehingga pelaksanaan program PAMSIMAS dapat berjalan lancar dan sukses," tandasnya. (NATALIA KRISTIN/H)