BORNEONEWS, Sampit - Riskon Fabiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk periode 2025-2029. Pemilihan ini berlangsung dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) VII IPSI Kotim di aula gedung Nahdlatul Ulama, Jalan S Parman, Sampit.
"Misi kita ke depan yaitu melanjutkan IPSI Kotim yang berprestasi baik di regional maupun nasional. Selain itu, menjadikan IPSI Kotim sebagai laboratorium untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi," ujar Riskon, Selasa, 19 Agustus 2025.
Riskon, yang juga merupakan anggota DPRD Kotim dari Partai Golkar, menggantikan Sanidin yang telah memimpin IPSI selama dua periode. Ia menyatakan tekadnya untuk memajukan pembinaan dan prestasi pencak silat di Kotim.
Menyambut amanah ini, Riskon menyampaikan visinya untuk menjadikan IPSI Kotim sebagai rumah bersama bagi semua perguruan silat yang bergabung, sesuai dengan Falsafah Huma Betang.
"Rumah bersama di sini berarti lingkungan yang inklusif, aman, dan terbuka untuk semua aliran perguruan silat yang ada di bawah naungan IPSI Kotim, dengan menghormati budaya, adat, serta identitas masing-masing," jelasnya.
Selain visi dan misi, Riskon juga akan membawa IPSI Kotim dengan menempatkan budaya sebagai pintu masuk utama. Baginya, menjaga sportivitas, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan etos kerja yang tinggi adalah hal penting dalam persaudaraan.
Dalam konteks Falsafah Huma Betang, Riskon menekankan pentingnya persatuan melalui dialog, penghormatan nilai budaya lokal, dan menjadikan IPSI Kotim sebagai rumah yang ramah bagi semua.
"Hari ini perguruan-perguruan di IPSI telah meletakkan dasar yang kuat dgn mengedepankan budaya musyawarah mufakat sehingga memilih saya sebagai ketua IPSI pada hari ini. Dan ini budaya yang akan terus kita lanjutkan dalam menjalankan roda organisasi IPSI ke depannya," pungkas Riskon. (DEVIANA/j)









