PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mencegah dan memutus rantai kemiskinan. 

Menurutnya, kaum muda tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga motor penggerak pembangunan yang mampu membawa daerah menuju kemajuan jika dibekali dengan keterampilan yang mumpuni.

Khemal menyebutkan bahwa kemiskinan dapat dicegah melalui peningkatan kapasitas diri, khususnya dengan memiliki keahlian di berbagai bidang kerja. Di tengah era globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, daya saing tenaga kerja menjadi faktor penting. Generasi muda harus mampu menguasai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja agar tidak tertinggal.

Menurutnya, pemerintah bersama DPRD terus berupaya menghadirkan program yang mendukung peningkatan kompetensi, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan berbasis keterampilan. Dengan begitu, anak-anak muda di Palangka Raya tidak hanya siap menghadapi tantangan dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru.

“Jika generasi muda tidak dibekali dengan keahlian, maka risiko angka pengangguran akan meningkat, yang pada akhirnya bisa memperbesar potensi kemiskinan. Oleh sebab itu, keterampilan kerja harus menjadi prioritas,” jelas Khemal, Selasa, 19 Agustus 2025.

Ia juga mendorong agar pendidikan vokasi lebih diperkuat, khususnya di tingkat sekolah menengah dan perguruan tinggi. Program-program pelatihan kerja yang relevan dengan dunia industri diharapkan bisa lebih banyak dihadirkan di Kota Palangka Raya. Dengan demikian, lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, Khemal menilai perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Generasi muda yang memiliki keahlian akan lebih mudah terserap di sektor-sektor produktif, sekaligus mampu membuka usaha mandiri yang dapat menyerap tenaga kerja lainnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa generasi muda tidak boleh hanya berorientasi pada mencari pekerjaan, tetapi juga harus berani berinovasi dan menciptakan peluang. Wirausaha, ekonomi kreatif, serta pengembangan teknologi digital menjadi ruang yang menjanjikan untuk mengurangi kemiskinan.

“Intinya, generasi muda adalah ujung tombak dalam mencegah kemiskinan. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka tidak hanya mampu menolong dirinya sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkas Khemal. (MARINI/j)