BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dengan menandatangani pakta integritas bersama Kejaksaan Negeri Kapuas.
Acara penandatanganan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengamanan Proyek Strategis (PPS) Daerah dan dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri Kapuas pada Senin, 19 Agustus 2025.
Penandatanganan pakta integritas ini dilakukan oleh Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Agus Waluyo selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Turut hadir mendampingi Kabag. TU, Taufik, selaku PPTK, Kasubbag. Program dan Keuangan, Solestyanto, dan Kasi. Penunjang Medik, Setiawati, SKM.
Selain itu, seluruh pihak yang terlibat dalam proyek strategis ini juga ikut serta, termasuk Tim Perencanaan, Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana, dan Penyedia Jasa. Kehadiran seluruh pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan dan standar yang ditetapkan.
Dari Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (Tim PPS) Kejaksaan Negeri Kapuas, hadir langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas, Luthcas Rohman, didampingi jajaran pejabat, jaksa, dan stafnya. Partisipasi aktif dari Kejaksaan menjadi jaminan bahwa proyek ini akan diawasi secara ketat dari sisi hukum.
Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas, Luthcas Rohman menekankan pentingnya pakta integritas ini sebagai bentuk komitmen bersama. Hal ini bertujuan untuk menciptakan iklim kerja yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
"Melalui penandatanganan Pakta Integritas ini, para pihak diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan KKN," tegasnya.
Direktur RSUD, dr. Agus Waluyo menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini semua pihak diharapkan lebih mengoptimalkan pengawasan secara intensif. Khususnya untuk dua proyek pembangunan besar yang sedang berlangsung di RSUD, yaitu pembangunan Gedung Unit Transfusi Darah dan rehabilitasi Gedung Paviliun.
"Diharapkan tercipta sinergi antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Kapuas dan RSUD Kapuas, serta seluruh pihak yang terkait dalam mewujudkan pembangunan rumah sakit yang transparan, akuntabel," pungkas dr. Agus Waluyo. (SABRIANOOR/R)








