BORNEONEWS, Palangka Raya - Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui ajang kompetisi yang mengasah kecerdasan.
Turnamen Catur Laskar Ngopi Cup VII Tahun 2025, yang digagas oleh Ipda Samsudin dari Polda Kalteng, menjadi salah satu acara yang menarik perhatian.
Turnamen yang digelar di kafe MALAPI, Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, ini berlangsung meriah sejak 16 hingga 19 Agustus 2025.
Turnamen ini menggunakan sistem gugur dan diikuti oleh 128 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, jurnalis, ASN, guru, pensiunan, hingga profesi lain seperti ojol dan pengusaha, semua antusias berpartisipasi.
Keberagaman peserta ini menunjukkan bahwa catur adalah olahraga yang merangkul semua lapisan masyarakat.
Salah satu sosok yang paling menarik perhatian dalam turnamen ini adalah Prof. Dr. Andrie Elia Embang, mantan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) yang kini menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalteng.
Keikutsertaan beliau memberikan semangat tersendiri bagi para peserta dan menunjukkan bahwa catur memiliki daya tarik yang kuat di berbagai kalangan.
Dalam wawancaranya, Prof. Andrie Elia menyampaikan kesannya yang sangat positif terhadap turnamen ini. Beliau juga memuji persaingan sehat dan atmosfer positif yang tercipta di antara peserta, di mana semua saling mendukung.
"Pengalaman ini sangat berharga bagi saya. Saya belajar banyak tentang strategi dan taktik catur, serta bagaimana menghadapi tekanan waktu," ungkapnya kepada Borneonews, Selasa, 19 Agustus 2025.
Melalui turnamen ini, Prof. Andrie Elia juga memberikan pesan-pesan inspiratif, terutama bagi para pemain muda. Ia mengajak semua pihak untuk menikmati setiap proses dalam belajar dan bermain catur, tanpa hanya fokus pada hasil akhir.
"Jangan takut untuk mencoba dan gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan meningkatkan keterampilan," pesannya.
Beliau mengungkapkan harapannya terkait perkembangan olahraga catur di Kalimantan Tengah. "Harapannya, turnamen catur ini dapat menjadi wadah pembinaan dan pengembangan bakat catur, serta mempopulerkan olahraga ini di kalangan masyarakat," tutur Prof. Andrie Elia. Ia juga berharap agar even-even serupa dapat terus diselenggarakan secara berkesinambungan.
Kehadiran sosok akademisi dan tokoh adat seperti Prof. Andrie Elia dalam turnamen catur ini menjadi bukti bahwa catur bukan hanya sekadar permainan, melainkan juga wadah untuk membangun persaudaraan dan memupuk semangat sportivitas. (SABRIANOOR/R)









