BORNEONEWS, Palangka Raya - Gelaran Turnamen Catur Laskar Ngopi Cup VII yang memeriahkan HUT RI ke-80 mencapai puncaknya.
Salah satu peserta yang berhasil melaju hingga partai final adalah Amrullah Hasibuan (36), seorang pecatur Kalteng yang menyandang gelar Master Internasional (MI).
Kualitas permainannya yang luar biasa menjadi sorotan dalam turnamen yang digelar di kafe MALAPI, Palangka Raya pada 16-19 Agustus 2025.
Saat diwawancarai Borneonews, Selasa, 19 Agustus 2025 di sela-sela pertandingan, Amrullah berbagi cerita menarik tentang kemampuannya yang luar biasa.
Ia mengungkapkan bahwa semua langkah dalam setiap pertandingan yang ia mainkan, bahkan hingga tujuh tahun terakhir, mampu ia ingat secara detail tanpa harus dicatat.
Kemampuan daya ingat yang tajam ini merupakan salah satu modal penting yang dimiliki oleh seorang pecatur profesional.
Amrullah, yang merupakan alumni Sekolah Catur Bidak Berantai (SCBB) angkatan 2004, menjelaskan bahwa seorang pecatur andal biasanya mampu menghitung beberapa langkah ke depan.
"Saya pribadi maksimal 12-15 langkah," tuturnya. Namun, ia menambahkan, untuk pemain sekelas juara PON, kalkulasi bisa mencapai 15-17 langkah ke depan.
Kemampuan menghitung langkah ke depan ini menjadi kunci penting dalam strategi catur. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap posisi dan strategi jauh lebih penting daripada sekadar menghitung kemungkinan serangan.
"Kebanyakan pecatur tahu cara menyerang tapi tidak bisa membedakan catur kita unggul bangunan apa tidak. Ini sering terjadi, mereka hanya tahu melangkah saja." ucap Amrullah mengingatkan dari pengalaman professionalnya.
Gelar Master Internasional (MI) sendiri baru disabet oleh Amrullah pada tahun 2025 ini. Ia menjelaskan bahwa di Kalimantan Tengah, selain dirinya, ada Master Internasional lain bernama Yosep Taher.
Namun, Yosep kini tidak lagi mewakili Kalteng dan memilih bergabung dengan Jawa Barat. Hal ini menjadikan Amrullah sebagai satu-satunya Master Internasional yang mewakili Kalimantan Tengah saat ini.
Meskipun menyandang gelar bergengsi dan memiliki rating Lichess di atas 2500 untuk kategori klasik, cepat, dan blitz, Amrullah menegaskan bahwa catur baginya adalah hobi, bukan pekerjaan utama.
"Cuman ya catur hobi aja, enggak bisa dijadikan pekerjaan utama," katanya yang saat ini lebih memilih berdagang untuk menopang kehidupannya sehari-hari.
Amrullah juga pernah mengikuti kejuaraan internasional dan salah satunya kejuaraan Japfa. Meskipun hanya meraih peringkat keenam, pengalamannya ini menjadi modal berharga.
Pencapaiannya dan keikutsertaannya di Laskar Ngopi Cup VII ini diharapkan dapat menginspirasi para pecatur muda di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak pernah menyerah. (SABRIANOOR/R)









