SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Rencana pembangunan dua rumah sakit swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang selama ini hanya mengandalkan RSUD dr Murjani Sampit.

"Kami harapkan bisa berkembang dan bisa berkompetisi terkait dengan pelayanan kesehatan untuk warga di Kotim yang memiliki jumlah penduduk besar," kata Ketua DPRD Kotim, Rimbun, Selasa, 19 Agustus 2025.

Menurut Rimbun, jumlah pasien yang dilayani di RSUD dr Murjani mencapai hampir 500 orang setiap hari. Kondisi ini dinilai sangat membebani rumah sakit pemerintah tersebut. Untuk itu, dirinya bersama Komisi III berinisiatif menjalin komunikasi dengan pihak rumah sakit swasta yang beroperasi di Kalimantan Tengah.

"Kami bersama kawan-kawan Komisi III yang memang tupoksinya, mengundang Rumah Sakit Muhammadiyah dan juga pengurus Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Tengah untuk bisa merencanakan membangun rumah sakit di Kabupaten Kotim. Ini salah satu pemikiran kami DPRD juga Komisi III memberi solusi untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang saat ini setiap hari ada keluhan karena kita hanya memiliki satu-satunya rumah sakit yang ada di Kabupaten Kotim yaitu RSUD dr Murjani," ujarnya.

Selain Muhammadiyah, DPRD Kotim juga melakukan audiensi dengan manajemen Primaya Hospital yang mengelola RS Betang Pambelum di Palangka Raya. Tujuannya agar pihak swasta dapat segera merencanakan pembangunan fasilitas kesehatan di Kotim.

"Kalau kita hitung dengan jumlah penduduk saat ini, masih banyak di Kabupaten Kotim. Ini potensi besar agar rumah sakit swasta bisa hadir seperti di kota madya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)