PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan air bersih hingga rumah warga Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Tim Pengabdian Masyarakat ITB pada pertengahan Agustus kemarin kembali dengan program pemasangan jaringan pipanisasi di wilayah Kelurahan Kameloh Baru," kata Ketua Tim Pengmas ITB Isty Adhitya Purwasena saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Rabu, 20 Agustus 2025.

Pada program itu, dia didampingi satu dosen yang juga anggota Tim Pengmas ITB Very Susanto serta dua mahasiswa.

"Tim kami bersama dengan warga bekerja selama lima hari memasang jaringan distribusi yang menghubungkan sumber air bersih ke rumah-rumah warga," katanya.

Pipa juga diarahkan ke fasilitas umum, seperti posyandu, puskesmas pembantu, serta sekolah dasar dan sekolah menengah di desa tersebut.

Melalui program tersebut, warga Kelurahan Kameloh Baru bisa menikmati aliran air bersih yang langsung mengalir ke depan rumah warga setempat.

Kondisi ini menjadi perubahan besar setelah bertahun-tahun masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air bersih dan ketiadaan jaringan distribusi.

Selama ini, kebutuhan air sehari-hari warga hanya dipenuhi dari sumur-sumur kecil dengan kualitas air yang terbatas.

Tahun lalu, Tim Pengmas ITB membangun sumur bor, reservoir, dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kualitas air bersih bagi kesehatan.

Pada tahun yang sama, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) juga menambah dua sumur bor di desa tersebut.

Meski demikian, air bersih itu belum terdistribusi langsung ke rumah-rumah sehingga masyarakat masih harus mengambil air secara manual.

"Untuk menjawab persoalan tersebut, maka program kami hadir di tengah masyarakat Kelurahan Kameloh Baru," katanya.

Suasana haru sekaligus gembira terlihat ketika air pertama kali mengalir keluar dari keran di depan rumah. Warga berbondong-bondong menyaksikan, sebagian langsung mencoba mencuci motor, sedangkan anak-anak riang bermain dengan percikan air.

Kesempatan itu menjadi simbol pentingnya air bersih bagi kehidupan sehari-hari.

Ketua RT01 Kelurahan Kameloh Baru Atak mengaku gembira wilayahnya menjadi sasaran program yang dilakukan tim ITB itu.

“Terima kasih kami merasa sangat terbantu dengan adanya pipanisasi ini. Akses air bersih sekarang jauh lebih mudah, dan kalau ada lagi program seperti ini, pasti kami sambut dengan gembira,” kata dia.

Dia mengharapkan kehadiran jaringan distribusi air bersih ini meringankan beban pekerjaan rumah tangga, mendukung kegiatan belajar di sekolah, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Lebih dari itu, program ini juga memberi harapan baru bagi warga Kameloh Baru untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, layak, dan sejahtera," katanya.