BORNEONEWS, Kotawaringin Barat - Abdul Salam (46) menyesal, dan memastikan tidak sengaja dalam peristiwa terpukulnya Hanania Nayra Chandra (2) putri Ajeng Farida (25), warga RT 18 Perum Sido Mukti, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat. Warga Jalan A. Yani Kelurahan Baru itu, menceritakan kejadian tersebut spontan dilakukannya saat melihat wajah istrinya berdarah-darah akibat cakaran karena dikeroyok Ajeng Farida dan rekannya Mira.

"Saat itu spontan, demi Allah dan Rasulullah saya tidak sengaja. Saya panik melihat istri berdarah-darah mukanya akibat cakaran Farida dan temannya yang bernama Mira," tutur Abdul Salam, Rabu (2/11/2016).

Abdul Salam juga membantah tudingan memukul menggunakan kayu ulin berukuran 5x5 sepanjang satu meter yang dibawa dari rumah, seperti dituduhkan Ajeng Farida. Menurutnya saat petistiwa itu terjadi  ia melihat ada papan lapuk di samping gerobak dan langsung ia ambil secara refleks bermaksud memukul Ajeng. Namun meleset dan mengenai HNC yang saat itu berada digendongan Ajeng.

" Dia (Ajeng) bohong kalau mengatakan saya memukul menggunakan kayu ulin. Saya spontan mengambil papan di samping gerobak di tepi jalan, bukan saya bawa dari rumah," terang Salam.

Abdul Salam menegaskan secara hukum bertanggung jawab dengan apa yang ia lakukan. Ia juga sudah menawarkan biaya pengobatan terhadap balita NHC namun tidak diterima oleh ibu korban. Ia juga menyesal telah melakukan perbuatan tersebut dan berjanji untuk tidak mengulang perbuatannya.

" Jujur saya saat itu tidak bisa tenang dan merasa bersalah karena melukai seorang anak kecil sementara saya juga punya anak perempuan kecil, saya minta maaf dan saya bertanggung jawab secara hukum," ujar dia.

Namun Abdul Salam juga mengatakan banyak hal yang melatarbelakangi peristiwa tersebut dipelintir oleh Ajeng, seperti ia dituduh membawa parang ke rumah Ajeng dan sengaja membawa ulin dari rumah untuk melukai.

Walau begitu, Abdul Salam juga meminta pemulihan nama baiknya serta akan melakukan pelaporan balik karena Ajeng dengan sengaja memprovokasi dengan memajang fotonya bersama anaknya di medsos dengan kata-kata tidak pantas. "Mediasi menemui jalan buntu bahkan foto anak saya yang masih kecil diupload di medsos dengan kata-kata tidak pantas, sehingga berdampak secara psikologis terhadap anak saya," tegas Salam.

Namun ia masih membuka pintu untuk mediasi dilakukan karena pada prinsipnya ia menginginkan musyawarah secara kekeluargaan dan keluarga saya juga menjadi korban, mengalami luka-luka akibat pengeroyokan mereka dan luka yang diderita istri saya dibuktikan dengan visum.

Kanit Sidik PPA Polres Kobar, Bripka Vera Yuliana membenarkan bahwa alat yang digunakan memukul bukan kayu ulin berukuran 5x5 tetapi hanya papan yang diambil oleh Abdul Salam. " Kita sudah mengambil keterangan dari TKP dan bukan kayu ulin tetapi hanya papan," kata Bripka Vera.

Sebelumnya peristiwa terpukulnya balita HNC (2) akibat percekcokan dan saling sindir di media sosial. Status Ajeng Farida dengan kalimat 

"Alhamdulillah yah kita punya surat nikah dan ijab Kabul yang SAH," membuat istri Abdul Salam yang bernama Sela Monika tersinggung dan berakhir dengan peristiwa terpukulnya Hanania saat Ajeng dan Mira serta Sela Monika terlibat pergumulan. (KOKO SULISTYO/N).