SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah. Kepala Kantor Kemenag Kotim, Nur Widiantoro, menekankan pentingnya memahami prinsip 5 Pasti Umrah agar calon jemaah tidak tertipu oleh oknum travel ilegal.

"Masyarakat Kotawaringin Timur dan sekitarnya, mari kita jaga ketertiban bersama termasuk dalam urusan umrah. Kementerian Agama telah menetapkan 5 Pasti Umrah," kata Nur Widiantoro,  Kamis, 21 Agustus 2025.

Adapun lima pasti yang harus diperhatikan calon jemaah umrah, yaitu:

1. Pastikan dokumen – Semua dokumen seperti paspor dan visa harus diurus dan sah.

2. Pastikan harga paket – Harga yang ditawarkan harus sesuai ketentuan. Misalnya, paket dari Sampit senilai Rp35 juta tidak boleh ada tambahan biaya mendadak.

3. Pastikan akomodasi – Hotel sesuai janji harus ditepati. Misalnya jika dijanjikan menginap di ZamZam Tower, maka harus benar-benar terwujud.

4. Pastikan transportasi – misalnya maskapai yang ditawarkan di awal, seperti Garuda Indonesia atau Saudi Airlines, harus sesuai dengan realisasi.

5. Pastikan biro perjalanan berizin resmi – Travel harus memiliki izin dari Kementerian Agama dan Kementerian Hukum dan HAM.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan harga murah yang ditawarkan biro perjalanan ilegal. Travel resmi memiliki dana jaminan, sehingga jika terjadi masalah, jemaah tetap terlindungi.

"Sekali lagi saya harapkan semua agar tertib. Pilih biro perjalanan yang jelas resmi dan terdaftar di Kementerian Agama," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kemenag kini tidak lagi memiliki kewenangan memberi sanksi kepada travel bermasalah, karena pengawasan sudah dialihkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

"Kami hanya berhak memantau dan mengimbau. Jika ada penipuan atau pelanggaran, harus dilaporkan ke pihak berwajib agar diproses hukum. Kewenangan kami sebatas pemantauan," ujarnya.

Kemenag Kotim berharap masyarakat semakin cerdas memilih travel umrah dan mematuhi ketentuan 5 Pasti agar perjalanan ibadah aman dan nyaman. (DEWI PATMALASARI/y)