BORNEONEWS, Sampit – Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) akan membuka Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Budaya Dayak, yang digadang-gadang menjadi satu-satunya prodi sejenis di Kalimantan.
“Ada hal baru dari kami dan ini sudah kami konsultasikan ke kementerian dan sudah berproses, yaitu Prodi Pendidikan Seni Budaya Dayak. Ini menjadi catatan bagi kami karena kami diminta untuk membuat naskah akademik. Insya Allah, ini satu-satunya Prodi Pendidikan Seni Budaya Dayak,” kata Rektor UMSA, Ramadansyah, Kamis, 21 Agustus 2025.
Ramadansyah menjelaskan, prodi tersebut dirancang untuk mencetak guru-guru muatan lokal, khususnya yang memiliki kompetensi di bidang seni dan budaya Dayak.
“Insya Allah gelarnya kalau disetujui nanti SPdD, Sarjana Pendidikan Seni Budaya Dayak. Karena salah satu muatan lokal kita, guru-gurunya tidak ada yang berlatar belakang seni budaya Dayak,” ujarnya.
Saat ini, muatan lokal di sekolah umumnya adalah bahasa Dayak. Namun, bahasa Dayak memiliki banyak variasi, bahkan di daerah Sampit sendiri terdapat beberapa dialek berbeda. Dengan adanya prodi tersebut, diharapkan pengembangan bahasa dan budaya Dayak dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Ini salah satu upaya untuk mengangkat harkat dan martabat serta melestarikan bahasa daerah dan seni budaya kita agar berkesinambungan dan berkelanjutan. Ini nanti satu-satunya yang ada di Kalimantan, jadi bisa belajar di sini,” tambahnya.
UMSA telah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim dan Bupati Kotim untuk pengusulan prodi tersebut. Selain itu, pimpinan pusat Muhammadiyah melalui Majelis Diktilitbang juga siap membawa rekomendasi ini ke Kementerian.
Jika disetujui, Prodi Pendidikan Seni Budaya Dayak akan menjadi langkah besar dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas daerah melalui pendidikan tinggi.
Adapun Pendidikan Seni Budaya Dayak menjadi satu dari 8 prodi dan 1 fakultas yang diusulkan oleh UMSA. Prodi yang diusulkan antara lain S1 Kebidanan, S1 Keperawatan, S1 Pendidikan Guru PAUD, S1 Pendidikan Guru SD, dan Prodi Pendidikan Seni Budaya Dayak. Selain itu, UMSA juga mengajukan Fakultas Agama Islam yang akan menaungi Prodi Pendidikan Agama Islam, Prodi Hukum Keluarga Islam, serta S2 Guru Agama Islam.
Sementara saat ini, UMSA sudah memiliki 8 Prodi yang tersebar di 3 fakultas. Fakultas Kesehatan memiliki Prodi D3 Kebidanan dan S1 Gizi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki 4 Prodi, yaitu Bimbingan Konseling, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ekonomi. Sedangkan Fakultas Teknik dan Pertanian memiliki Prodi Agribisnis dan Teknik Informatika. (DEWI PATMALASARI/Y)









