PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat adanya peningkatan kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya

Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terjadi 95 kejadian Karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 27,73 hektar.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian Karhutla tertinggi, yaitu 59 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 9,62 hektar. Disusul Kecamatan Sebangau dengan 27 kejadian dan luas lahan terbakar 9,58 hektar.

Sementara itu, Kecamatan Pahandut mencatat 6 kejadian Karhutla dengan luas lahan terdampak 5,18 hektar, dan Kecamatan Bukit Batu sebanyak 3 kejadian dengan luas lahan terbakar 3,35 hektar. Kecamatan Rakumpit menjadi satu-satunya wilayah di Palangka Raya yang nihil kejadian Karhutla.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Palangka Raya untuk bersama-sama mencegah dan mengatasi Karhutla. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan oleh Karhutla," katanya, Kamis, 21 Agustus 2025.

BPBD Palangka Raya terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan Karhutla. Selain itu, pihaknya juga meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk penanganan Karhutla.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca kering dan berangin.

"Jika menemukan adanya potensi Karhutla, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani," pungkasnya. (PATHUR/y)