BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi jalan poros penghubung Pangkalan Bun dan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengenaskan. Maraknya lalu lintas kendaraan bertonase besar dan intensitas hujan yang lumayan tinggi, menjadi kombinasi ideal yang memicu hancurnya jalan tersebut. Pemerintah daerah diminta menyiagakan saat atau lebih alat berat di jalan tersebut, membantu kendaraan yang terjebak atau memperbaiki titik jalan rusak yang butuh perbaikan secepatnya.

Ketua DPRD Kotawaringin Barat Triyanto menjelaskan, jalan rusak dan banjir genangan air di jalan Pangkalan Bun-Kolam kian parah. Dari hasil tinjauan lapangan bersama beberapa unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida). Titik jalan yang mengalami kerusakan, sedang maupun berat di jalan itu, bahkan terlalu banyak jumlahnya untuk dihitung.

Jalan rusak tersebut terjadi karena volume kendaraan bertonase besar di jalan itu tak seimbang dengan kondisi jalan yang lemah. Sebab hampir setiap hari jalan tersebut terguyur hujan dan kondisinya memang masih dalam tahap pembangunan. Sementara, belum ada tanda-tanda musim penghujan akan segera berakhir.

Tak hanya titik jalan rusak. Beberapa titik di jalan tersebut saat ini juga telah terendam banjir genangan air. Yang dihasilkan oleh luapan air Sungai Lamandau, maupun dari air hujan yang tidak dapat mengalir.

"Menurut warga, kondisi banjir ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Itu terjadi di sekitar pile slab (jalan layang). Daerah yang sebelumnya juga terendam banjir," kata Triyanto, Rabu (2/11/2016).

Kondisi rusak dan banjir tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan kerusakan jalan yang semakin parah dan kemacetan lalu lintas. Oleh sebab itu, Triyanto meminta agar pemerintah daerah, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera menyiapkan satu atau beberapa alat berat yang menganggur, untuk disiagakan di jalan Pangkalan Bun-Kolam.

Penyiagaan alat berat di jalan itu ditujukan untuk membantu kelancaran lalu lintas. Baik akibat jalan rusak, maupun banjir genangan air.

"Selain itu, juga untuk memperbaiki titik-titik jalan rusak yang butuh penanganan secepatnya. Kita juga meminta agar pemerintah daerah segera menyiapkan rencana penanganan banjir di jalan Pangkalan Bun-Kolam," katanya. (RADEN ARYO/m)