BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Situasi memprihatinkan menyelimuti Desa Tumbang Manyarung, Kecamatan Mandau Telawang, Kapuas, pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Pasca banjir bandang yang menerjang Rabu kemarin, pemandangan puing-puing rumah dan perabotan yang berserakan menjadi bukti nyata dahsyatnya musibah yang melanda desa di daerah aliran sungai (DAS) Kapuas bagian hulu ini.
Meluapnya Sungai Kapuas dan Sungai Talawang secara signifikan menyebabkan arus air yang sangat deras, tak terbendung melanda permukiman warga. Menurut Miden, salah satu warga setempat, banjir sudah surut, namun menyisakan kehancuran.
"Banjir sudah berangsur surut, kini di tempat kami tersisa puing-puing yang berhamburan," ujarnya kepada Borneonews.
Berdasarkan dokumentasi foto pasca banjir, terlihat jelas beberapa rumah warga yang sebagian besar terbuat dari kayu ambruk total. Perabotan rumah tangga, kayu bangunan, dan barang-barang lainnya hancur berhamburan, membuat warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka dalam sekejap. Skala kerusakan yang ada menunjukkan kekuatan arus banjir yang luar biasa.
Kondisi para korban saat ini sangat memprihatinkan. Mereka tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga membutuhkan bantuan darurat segera, seperti makanan, air bersih, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.
"Kondisi korban saat ini perlu penanganan, selain tempat tinggal dan bantuan darurat." tambah Miden.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas telah dihubungi terkait musibah ini. Pihaknya mengonfirmasi bahwa tim sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pendataan lengkap terhadap jumlah korban dan tingkat kerusakan. (SABRIANOOR/H)









