PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar Pelatihan Kaji Cepat Bencana (KCB) Tahun 2025 yang dilaksanakan secara blended learning.

Kegiatan ini diikuti pejabat manajerial maupun non-manajerial dari pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka. Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, ditekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN dalam menghadapi bencana yang tidak dapat diprediksi.

“Berbagai bencana yang terjadi di tanah air memberi pelajaran bahwa korban jiwa dan kerugian kerap disebabkan kurangnya pengetahuan serta ketidaksiapan dalam mengantisipasi."

"ASN dituntut mampu melakukan kaji cepat agar keputusan penanganan bencana dapat diambil dengan cepat dan tepat,” ujar Hamka dalam keterangan resminya, Kamis, 21 Agustus 2025.

Hamka menambahkan pelatihan ini sejalan dengan visi Kalteng BERKAH dan Kalteng Maju 2025–2030 yang menekankan pembangunan manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing.

Ia juga berharap para peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan serius, karena hasilnya akan menentukan kualitas pelayanan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat.

“ASN harus bekerja profesional, berkoordinasi lintas sektor, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/R)