SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan kekhawatirannya terkait kelanjutan program Makanan Bergizi  Gratis (MBG) untuk siswa Sekolah Dasar (SD).

Program yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah ini terancam terhenti karena belum adanya informasi pasti dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pengelola.

Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berharap program MBG dapat segera kembali berjalan. 

Ia menekankan pentingnya asupan gizi bagi tumbuh kembang anak serta pengaruhnya terhadap prestasi belajar.

"Kami sangat berharap program MBG bisa segera kembali berjalan. Asupan gizi anak sekolah ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang mereka sekaligus menunjang prestasi belajar. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan resmi mengenai kelanjutannya," ujarnya, Kamis, 21 Agustus 2025.

Sebelumnya MBG tersebut sempat berjalan namun dalam beberapa pekan terakhir terhenti.  Irfansyah menambahkan bahwa program MBG sangat membantu siswa dari keluarga kurang mampu yang seringkali kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian.

Selain itu, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka gizi buruk di daerah.

"Kami berharap pemerintah pusat maupun pihak terkait segera memberikan kejelasan agar program MBG bisa kembali aktif, sehingga keberlanjutannya dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelajar di Kotim," tandasnya.

Dengan belum adanya kejelasan ini, Disdik Kotim berharap agar pemerintah pusat dan pihak terkait segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan program MBG, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh para pelajar di Kotim. (DEVIANA/R)