BORNEONEWS, Palangka Raya – Juru Bicara Daerah Pemilihan (Dapil) III DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung menyampaikan hasil reses anggota dewan di wilayah Kelurahan Sabaru dan Kelampangan. Hal itu ia sampaikan saat Rapat Paripurna Ke-1 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025/2026, Kamis (21/8/2025).
Dalam laporannya, Nenie menyebutkan terdapat 65 usulan yang dihimpun dari masyarakat di dua kelurahan tersebut.
Aspirasi itu mayoritas berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan sosial, serta perhatian pada bidang pendidikan.
Menurutnya, infrastruktur jalan dan drainase menjadi kebutuhan mendesak yang paling banyak disuarakan warga. Kondisi jalan lingkungan yang rusak serta sistem drainase yang tidak optimal seringkali menimbulkan masalah banjir, terutama saat musim hujan.
“Perbaikan jalan dan drainase menjadi harapan besar masyarakat agar mobilitas mereka lebih lancar,” ujarnya, Kamis, 21 Agustus 2025.
Selain itu, masyarakat juga menekankan perlunya peningkatan sarana dan prasarana sosial. Misalnya, pembangunan fasilitas umum yang layak, ruang terbuka publik, serta penerangan jalan di wilayah perumahan yang masih minim. Hal ini dianggap penting demi kenyamanan dan keamanan warga.
Bidang pendidikan pun tidak luput dari perhatian. Warga mengusulkan adanya peningkatan kualitas fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas, perpustakaan, dan penunjang lainnya.
Mereka juga berharap adanya perhatian terhadap kesejahteraan guru, khususnya tenaga pendidik honorer yang masih membutuhkan dukungan.
Nenie menambahkan, usulan-usulan yang masuk tersebut menjadi refleksi nyata dari kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan DPRD akan memperjuangkan aspirasi itu agar dapat ditindaklanjuti pemerintah kota dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan ke depan.
“Reses adalah momentum penting untuk mendengar langsung suara rakyat. Kami akan memastikan 65 usulan ini tidak hanya berhenti sebagai catatan, tetapi masuk dalam prioritas pembangunan,” tegasnya.
Ia juga berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan aspirasi serta mengawal jalannya pembangunan.
“Sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Palangka Raya yang lebih baik,” pungkas Nenie. (MARINI/R)









