BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Klaim lahan pertanian oleh oknum kelompok masyarakat di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat masih menjadi momok bagi petani.
Kasus klaim lahan pertanian seluas 25 hektar yang bergulir semenjak kepemimpinan Bupati Bambang Purwanto itu belum tuntas sehingga berdampak pada aktifitas pertanian masyarakat.
"Saat ini kondisi lahan pertanian tersebut memprihatinkan karena klaim dari pihak yang tidak bertanggung jawab kami tidak bisa bekerja maksimal, " keluh Kamto warga RT 04, Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, saat bertatap muka dengan Calon Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah, Selasa (1/11/2016).
Ia memceritakan klaim lahan pertanian sudah berlangsung lama sejak bupati Bambang Purwanto dan hingga saat ini tidak ada ketegasan dan tidak ada solusi untuk warga.
Padahal menurutnya tanah tersebut merupakan lahan LU2 pemberian pemerintah daerah untuk warga transmigrasi yang dibuktikan dengan dokumen kepemilikan berupa sertifikat.
"Sejak dulu tidak ada ketegasan terhadap persoalan klaim lahan kami di kawasan pertanian yang merupakan lahan LU2," tegas Kamto yang disambut tepuk tangan ratusan warga.
Tatap muka bersama ratusan warga desa Purbasari yang dilaksanakan di RT 12 kediaman Sukiyo, warga juga mengeluhkan terkait dengan sarana infrastruktur jalan RA Kartini yang merupakan jalan poros alternatif dan akses utama masyarakat yang kondisinya rusak parah. Sejak dari muara jalan dari A. Yani hingga di ujung jalan banyak terdapat banyak lubang dengan diameter besar menganga dan membahayakan pengguna jalan.
"Persoalan infrastruktur jalan juga belum teratasi lihat saja kondisinya rusak parah, begitu pula di sektor pendidikan," ujar Adi warga lainnya.
Sementara itu, Calon Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah mengatakan persoalan klaim lahan pertanian ini nantinya akan menjadi prioritas yang bakal ia selesaikan dengan cepat, sebagai putra-putri daerah akan memudahkan dalam penyelesaiannya dan memberikan kepastian status terhadap lahan tersebut kepada masyarakat.
"Kita akan bertindak cepat apabila terpilih nanti untuk menyelesaikan persoalan klaim lahan pertanian masyarakat," kata Ahmadi.
Ia juga menekankan bahwa Nurani akan memperhatikan sektor pendidikan karena merupakan salah satu program dari pasangan Nurani.
Dalam kesempatan tersebut ibu-ibu Desa Purbasari juga meminta apabila warga Purbasari memenangkan Pasangan Nurani menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kobar dalam Pilkada Kobar 2017 mereka meminta untuk dibangunkan gedung pengajian di Desa Purbasari. (KOKO SULISTYO/m))








