BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat merilis data total kebakaran lahan selama musim kemarau 2016. Seluas 1149,1 hektar hutan dan lahan yang terbakar dan sebagian besar mampu tertangani dengan baik.
Kabid Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kobar Reneli mengatakan, kasus kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau 2016 ini tidak terlalu parah. Penanganan kebahan hutan dilakukan baik lewat udara dan darat.
"Terhitung sejak 1 juli hingga 30 september terdapat 30 September terdapat 52 hotspot yang terpantau satelit. Dengan total lahan dan hutan yang terbakar 1149,1 hektare," kata Reneli. Rabu (2/11/2016).
Dari total lahan terbakar tersebut di antaranya 839,1 hektare lahan dan hutan mampu ditangani. Sedangkan 255 hektare lahan dan hutan tidak tertangani.
"Dalam penanganan karhutla di Kobar ini dilakukan dilewat udara dengan water bombing yang dikomandoi Danlanud. Serta dari darat melibatkan banyak pihak dari BPBD, Polres Kobar, Kodim, manggalani dan dari masyarakat yang dikomandoi Dandim," ujarnya.
Pihaknya juga terbantu semua tim yang terlibat dapat bekerja secara maksimal, sehingga penanganan karhutla 2016 bisa lebih optimal.
"Penanganan karhutla itu dilakukan sebaik mungkin. Baik dari darat dan udara yang tidak henti-henti. Ditambah lagi adanya hujan selama kemarau yang membuat hotspot tidak bertambah," terangnya.
Hal ini jauh lebih sedikit karena di 2015 total lahan dan hutan yang terbakar sampai lebih dari 10.000 hektare. Dengan maksimalnya tim membuat kasus karhutla berjalan baik.
"Penurunan kasus karhutla di Kobar ini sangat drastis. Sehingga kasus karhutla tidak membuat kobar dilanda kabut asap. Ditambah bantuan dari masyarakat yang tidak membakar lahan secara sembarangan," pungkasnya. (FAHRUDDIN/m)








