BORNEONEWS, Palangka Raya – Banjir yang melanda tiga kabupaten di Kalimantan Tengah berdampak besar di Kabupaten Murung Raya.
Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, menyebutkan 75 KK dengan 196 jiwa terdampak di wilayah tersebut. Selain itu, banjir merusak 42 rumah, tujuh fasilitas pendidikan, dua fasilitas kesehatan, satu rumah ibadah, dan tujuh akses jalan.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten, BMKG, Dinas Sosial, dan Basarnas sudah dilakukan sejak awal kejadian,” kata Ahmad Toyib, Kamis, 21 Agustus 2025.
Di Kabupaten Kapuas mencatat 16 rumah terdampak, dan di Gunung Mas terdapat tiga kecamatan yang dilanda banjir, namun kondisi air mulai berangsur surut.
BPBD Kalteng telah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak, termasuk matras, selimut, serta perlengkapan keluarga. Untuk Kabupaten Gunung Mas disiapkan 90 matras dan 120 selimut, sedangkan Kapuas menerima 120 matras, 160 selimut, dan 79 paket perlengkapan keluarga.
Selain itu, Basarnas menyiagakan satu regu untuk mendukung evakuasi bila diperlukan. Dinas Sosial Provinsi juga menyalurkan 200 paket makanan siap saji, 500 paket makanan anak, 20 kasur, dan 50 selimut.
“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan jalur transportasi tidak terputus terlalu lama,” ujarnya.
BPBD terus berkoordinasi untuk meminimalkan dampak banjir yang masih berpotensi terjadi karena BMKG memprediksi hujan pada 23–24 Agustus 2025. (HERMAWAN DP/R)








