JEPARA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery menekankan pentingnya langkah pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi, terutama saat memasuki masa peralihan musim. 

Kondisi iklim yang tidak menentu dapat memicu munculnya berbagai jenis hama serta penyakit tanaman yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian, khususnya tanaman padi, menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan masyarakat. 

Oleh karena itu, jika gangguan hama tidak dikendalikan secara serius, maka bukan hanya para petani yang dirugikan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap ketahanan pangan di Kota Palangka Raya.

Khemal menambahkan upaya antisipasi harus dilakukan sejak dini melalui kerja sama antara petani, pemerintah daerah dan penyuluh pertanian lapangan.

Ia menyebut perlunya peningkatan intensitas penyuluhan mengenai pola tanam yang tepat, pemakaian benih unggul tahan hama, hingga penggunaan pupuk dan pestisida secara bijak.

“Petani jangan dibiarkan bekerja sendiri. Dinas terkait harus lebih aktif memberikan pendampingan, sehingga saat hama mulai menyerang, ada solusi cepat yang bisa diterapkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar,” ucap Khemal, Jumat, 22 Agustus 2025.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya koordinasi lintas sektor dalam mendukung ketersediaan sarana dan prasarana pertanian. 

Menurutnya, alat semprot modern, obat-obatan yang ramah lingkungan, hingga fasilitas irigasi harus benar-benar diperhatikan agar para petani lebih siap menghadapi perubahan iklim dan ancaman hama.

Politisi Golkar ini menilai bahwa pengendalian hama bukan hanya sekadar urusan teknis pertanian, tetapi juga menyangkut aspek kesejahteraan masyarakat. 

Jika produktivitas padi terjaga, maka keseimbangan harga beras di pasaran pun bisa lebih stabil, sehingga tidak menimbulkan gejolak inflasi di tingkat lokal.

Ia berharap perhatian serius dari Pemko Palangka Raya terhadap sektor pertanian terus ditingkatkan. 

Khemal menegaskan bahwa DPRD melalui Komisi II siap mendorong kebijakan dan program yang pro-petani, termasuk dalam hal penganggaran untuk mendukung sarana prasarana pertanian.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan kita. Saat mereka terlindungi dari ancaman gagal panen akibat hama dan penyakit tanaman, maka ketersediaan pangan bagi masyarakat Palangka Raya akan tetap terjamin,” pungkasnya. (MARINI/R)