PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan (Nakes) tingkat pertama hingga rujukan dalam upaya pencegahan penyakit menular.

Kepala Dinas Kesehatan Pulpis, dr. Pande Putu Gina, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam penanggulangan penyakit menular, terutama yang berdampak langsung pada ibu dan anak.

Menurut dr. Pande, penyakit menular yang menjadi fokus utama meliputi HIV, sifilis, dan hepatitis B, yang dapat ditularkan dari ibu ke anak.

“Ini menjadi prioritas dalam program nasional penanggulangan penyakit menular serta kesehatan ibu dan anak, mengingat dampaknya terhadap kualitas hidup generasi mendatang,” ujar dr. Pande, Jumat, 22 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, pencegahan penularan dapat dilakukan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui. Melalui skrining, diagnosis dini, pemberian profilaksis dan pengobatan, konseling, edukasi, hingga dukungan psikososial, diharapkan penularan dari ibu yang terinfeksi ke bayi bisa ditekan seminimal mungkin.

Kegiatan pelatihan ini diikuti 18 tenaga kesehatan yang berasal dari puskesmas, Dinkes, dan RSUD Pulang Pisau. Selama tiga hari, mulai 18 hingga 23 Agustus 2025, para peserta dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis terkait pencegahan penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak. 

“Harapannya, Nakes yang dilatih mampu mengimplementasikan keilmuannya di lapangan sehingga angka penularan bisa ditekan dan kesehatan masyarakat Pulang Pisau semakin meningkat,” tambah dr. Pande.

Dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan ini, Dinkes Pulpis berharap tercipta generasi mendatang yang lebih sehat, terbebas dari ancaman penyakit menular yang diwariskan sejak lahir. Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di Pulang Pisau. (RETHA/j)