BORNEONEWS, Kasongan - Sebagian warga di Kecamatan Mendawai Kabupaten Katingan sejak lima tahun terakhir mengandalkan budidaya sarang burung walet sebagai mata pencaharian mereka selain menanam padi dan berkebun.

Banyaknya warga Kecamatan Mendawai yang memiliki gedung tempat bersarang burung walet ini diakui Camat Mendawai, Suyoto.

Ditemui di Kantor Bupati Katingan, Kamis (3/11)/2016 sebelum mengikuti Rapim Tepra, Camat Suyoto menuturkan saat ini bangunan sarang burung walet di daerahnya sudah mencapai lebih dari 300 unit.

"Awalnya dulu hanya beberapa bangunan saja. Tapi kemudian lambat laun meningkat tajam hingga sekarang jumlahnya sudah lebih dari 300 unit bangunan sarang burung walet itu," sebut Suyoto.

Suyoto mrngaku memiliki bangunan sarang burung walet dinilai menjanjikan. Pasalnya harga sarang burung walet kualitas sedang dihargai lebih Rp7 juta per kilogram. Sedangkan jika kualitas bagus, maka harga sarang burung walet ini dihargai lebih tinggi oleh pengumpul.

"Sekarang warga kami yang belum memiliki bangunan sarang burung walet ini berusaha agar mereka bisa membangun, sedangkan yang sudah punya juga berusaha untuk menambah bangunannya lagi," sebutnya.

Selain mengandalkan sarang burung walet, Camat Suyoto mengaku jika mata pencaharian sebagian warga lainnya juga sebagai petani sawah menanam padi.

"Sebagian lainnya memiliki kebun karet, tapi harga karet sejauh ini masih dihargai murah, sehingga warga sudah lama tidak menderes getah karet ini," katanya.

Namun jika ruas jalan dari Hampangen menuju Mendawai sudah bisa operasi nantinya, maka berbagai hasil tanaman pertanian dari daerahnya akan menghasilkan.

"Alhamdulillah pengerjaan jalan Hampangen ke Mendawai itu di wilayah kami sudah sepanjang sekitar 15 km," imbuh Camat Mendawai Suyoto. (ABDUL GOFUR/m)