BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah mendorong pemerintah daerah agar mampu menciptakan terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah penurunan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
“Kita minta Bapenda Kotim punya terobosan-terobosan untuk memaksimalkan potensi PAD, terutama sektor-sektor yang selama ini belum dimaksimalkan agar bisa diperkuat lagi,” kata Juliansyah, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Menurutnya, salah satu potensi yang bisa digarap adalah pajak kendaraan bermotor, khususnya kendaraan angkutan milik perusahaan perkebunan dan pertambangan. Banyak kendaraan yang masih menggunakan nomor polisi luar Kalimantan Tengah, seperti angkutan buah kelapa sawit, CPO, hingga armada tambang.
“Ini contoh kecil saja, dan para pengusaha sebenarnya siap bersinergi asalkan mereka tidak dipersulit untuk ikut aturan main itu,” ujarnya.
Juliansyah mengungkapkan, penguatan PAD menjadi langkah strategis untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal, meskipun terjadi pengurangan belanja dari pemerintah pusat. Strategi ini juga penting untuk mewujudkan kemandirian fiskal daerah, agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada transfer pusat.
Diketahui, target PAD Kotim tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp428,26 miliar, sementara realisasi hingga 18 Agustus 2025 baru mencapai Rp216,21 miliar atau sekitar 50 persen.
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 56/2025 melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran jilid II, dengan pemangkasan belanja barang dan modal untuk menekan defisit APBN, meskipun program prioritas tetap dijamin. (DEWI PATMALASARI/y)









