BORNEONEWS, Palangka Raya - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Kalimantan Tengah menjajaki kerja sama strategis dalam memadukan data Keluarga Risiko Stunting (KRS) dengan data Kartu Identitas Anak (KIA). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat intervensi penurunan angka stunting di wilayah Kalimantan Tengah.
Rapat koordinasi digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalteng, dihadiri oleh perwakilan kedua instansi. Diskusi difokuskan pada perumusan pola kerja sama yang memungkinkan integrasi data secara efisien dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pemantauan yang lebih akurat terhadap anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Rapat dipimpin oleh Ketua Tim Kerja Kehumasan, Advokasi dan KIE BKKBN Kalteng, Prima Maya Hartiningtias, mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng, Dr Sunarto. Ia didampingi tim teknis yang menangani isu stunting. Sementara dari pihak Dukcapil, hadir Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Syarif Hidayat, beserta jajaran.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menyepakati pentingnya sinkronisasi antara data KRS yang dimiliki BKKBN dengan data KIA yang dikelola Dukcapil.
“Dengan integrasi ini, anak-anak yang masuk dalam kategori risiko stunting dapat teridentifikasi lebih cepat melalui KIA, sehingga intervensi gizi dan kesehatan dapat dilakukan secara tepat sasaran,“ kata Prima Maya dalam rilisnya pada Sabtu, 23 Agustus 2025.
Rencana kerja sama ini dinilai sebagai inovasi penting dalam mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting.
“Melalui pemanfaatan data kependudukan yang terintegrasi, pemerintah daerah dapat melakukan pemetaan dan pelacakan kondisi anak secara lebih sistematis, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan stunting,“ tuturnya.
Kolaborasi antara BKKBN dan Dukcapil ini akan terus dikembangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama resmi dan sistem digital pendukung. Kedua instansi berkomitmen untuk menyusun mekanisme teknis dan regulasi yang mendukung kelancaran integrasi data, demi mewujudkan generasi Kalimantan Tengah yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. (TESTI PRISCILLA/y)









