BORNEONEWS, Tamiang Layang – Warga Kabupaten Barito Timur dibuat geger oleh kemunculan bola api berwarna kebiruan yang melintas di langit, Jumat malam, 22 Agustus 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.
Fenomena tersebut disertai bunyi dentuman keras sehingga menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Beberapa netizen menggambarkan saat itu langit malam tiba-tiba terang dan sebuah benda terbakar terlihat melintas di langit.
Hingga Sabtu, 23 Agustus 2025, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait mengenai asal-usul benda langit tersebut. Peristiwa ini pun ramai menjadi bahan perbincangan publik di media sosial. Sebagian netizen menduga bahwa bola api itu merupakan batu meteor, sementara sebagian lain bahkan menyebut kemungkinan rudal antarnegara.
Kepala Stasiun Meteorologi Sanggu, Eko Bambang Minarto, mengatakan pihaknya tidak dapat memastikan fenomena yang dilihat warga karena peralatan radar BMKG tidak merekam kejadian tersebut.
“Citra radar hanya menampilkan pergerakan awan. Karena itu, fenomena ini tidak terekam sehingga kami tidak bisa memastikan benda apa yang terlihat oleh masyarakat. Untuk penjelasan lebih lanjut, bisa ditanyakan kepada pihak berwenang seperti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional),” kata Eko kepada Borneonews.
Sementara itu, salah seorang peneliti yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dari indikasi visual yang beredar, bola api tersebut kemungkinan besar adalah asteroid yang masuk ke atmosfer bumi.
“Kalau benar ilustrasi dari foto yang beredar, itu memang benda langit. Lebih tepatnya disebut asteroid, bukan meteor, karena meteor punya lintasan sendiri dan jarang bertabrakan dengan benda lain di angkasa,” tuturnya.
Peneliti itu juga menjelaskan bahwa fenomena tersebut wajar karena asteroid berukuran kecil bisa menimbulkan cahaya besar saat terbakar di atmosfer.
“Proses terbakarnya kadang menyisakan batu, meski umumnya habis sebelum mencapai darat. Ledakan yang terdengar kemungkinan bukan benturan di permukaan bumi, melainkan dentuman sonic atau sonic boom akibat kecepatannya melebihi kecepatan suara saat menembus lapisan atmosfer, mirip pesawat tempur,” terangnya.
Fenomena langit yang jarang terjadi ini masih menunggu kajian resmi dari lembaga berwenang. Namun, bagi warga Barito Timur peristiwa bola api biru yang disertai dentuman tersebut menjadi pengalaman langka yang memantik rasa penasaran sekaligus kekaguman.
Hingga berita ini ditayangkan, Borneonews masih berupaya meminta keterangan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









