BORNEONEWS, Katingan - DPRD Kota Mojokerto, Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke DPRD Katingan, Kalimantan Tengahg untuk belajar terkait pembahasan APBD. Kedatangan 26 anggota Komisi B dan C DPRD Mojokerto ini disambut hangat Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir Ledie Nussa beserta jajaran, di Kasongan, Kamis (3/11/2016). Sebelumnya, rombongan DPRD Mojokerto itu juga ke DPRD Kota Palangka Raya.
"Intinya kita mau belajar dan meminta masukan terkait bagaimana cara pembahasan APBD yang sistematis dan baik. Sebagai kabupaten pemekaran, Katingan cukup hebat. Dengan luas wilayah yang begitu luas tentu potensinya sangat luar biasa," kata Ketua Komisi C DPRD Mojokerto, Angrusli Ubaidilah usai mengikuti dengar pendapat atau hearing bersama jajaran anggota legislatif di Bumi Penyang Hinje Simpei.
Angrusli menuturkan pihaknya banyak mendapat ilmu dan wawasan di DPRD Katingan. Secara umum, tujuan anggota legislatif asal Mojokerto itu ingin belajar cara dan tips pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Pemerintah Kabupaten Katingan.
Angrusli Hubaidillah mengungkapkan, sebelum ke Kasongan, mereka ke DPRD Kota Palangka Raya. "Agendanya sama, juga terkait pembahasan APBD. Saya ucapkan terima kasih atas pengalaman dan sambutan yang begitu ramah di sini."
Ketua DPRD Katingan, Ignatius Mantir Ledie Nussa mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Mojokerto yang menyempatkan berkunjung ke lembaga yang dipimpinnya. Sebagai kabupaten hasil pemekaran dari Kotawaringin Timur (Kotim) 14 tahun lalu, kata dia, seharusnya Kabupaten Katingan yang banyak belajar dengan jajaran legislatif di Kota Mojokerto itu.
Pasalnya, jika dilihat dari sisi APBD, Katingan kalah jauh, terakhir mereka mencapai Rp2,2 triliun lebih. "Kita baru Rp1,2 triliun saja. Dari sisi komposisi anggota DPRD kita hanya 25 orang, sedangkan mereka 50 orang," katanya. (ABDUL GOFUR/N).








