BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Peta Kebinekaan Bahasa dan Sastra dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah atau BBPKT telah menyelesaikan kegiatan pengambilan data di Desa Benao Hilir, Kabupaten Barito Utara pada Agustus 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemetaan keberagaman bahasa dan sastra daerah di Kalimantan Tengah.
Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau menyampaikan bahwa hasil pengumpulan data menunjukkan masyarakat Benao Hilir masih aktif menggunakan bahasa Dusun Malang dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini menjadi temuan penting karena menunjukkan bahwa bahasa daerah masih hidup dan digunakan lintas generasi,” kata Sukardi dalam rilisnya pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Selain bahasa, masyarakat juga diketahui masih melestarikan karya sastra tradisional, seperti pantun, cerita rakyat, dan ungkapan adat.
“Sastra ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual adat, tetapi juga digunakan dalam interaksi sosial dan pendidikan informal di desa,“ tuturnya.
Responden dalam kegiatan ini terdiri dari mantir adat, penghulu adat, dan kepala desa. Mereka memberikan informasi mendalam tentang penggunaan bahasa dan sastra dalam konteks budaya lokal.
Tim BBPKT juga mencatat adanya variasi dialek dan ungkapan khas yang memperkaya khazanah linguistik daerah.
Data yang dihimpun akan menjadi bahan utama dalam penyusunan Peta Kebinekaan Bahasa dan Sastra Kalimantan Tengah. Peta ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah, akademisi, dan komunitas budaya dalam merancang program pelestarian bahasa daerah.
Sukardi Gau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra lokal.
“Bahasa adalah identitas, dan sastra adalah cerminan jiwa masyarakat. Kita harus merawat keduanya agar tidak hilang ditelan zaman,” tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)









