BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur mendukung rencana penambahan fasilitas kesehatan baru berupa Puskesmas di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah mengatakan saat ini Puskesmas Ketapang 2 sudah kewalahan melayani masyarakat.
Wilayah kerjanya membawahi lima kelurahan dan desa, dengan jumlah penduduk yang jauh melebihi kapasitas ideal.
“Idealnya satu fasilitas kesehatan melayani 10.000 hingga 20.000 jiwa. Namun, Kelurahan Ketapang saja sudah mencapai 25.000 jiwa. Artinya, Puskesmas Ketapang 2 sudah melampaui kemampuan,” kata Riskon, Minggu, 24 Agustus 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap menimbulkan kendala dalam pelayanan, terutama saat terjadi lonjakan kasus penyakit tertentu.
“Ada beberapa kasus seperti kenaikan wabah DBD, tenaga kesehatan kita kewalahan. Karena itu, warga berharap ada pemekaran Puskesmas untuk mengurai beban layanan,” tambahnya.
Riskon menegaskan, aspirasi masyarakat ini telah disampaikan dalam beberapa kali reses DPRD di daerah pemilihan (Dapil) I.
Lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Puskesmas baru berada di wilayah Kelurahan Ketapang, khususnya di sekitar Desa Eka Bahuri dan Bapanggang Raya.
Pihaknya berharap pemerintah daerah supaya ada peningkatan pelayanan di Puskesmas paling tidak Kepala Daerah mengeluarkan peraturan Bupati untuk pemeriksaan wajib bebas narkoba di kalangan PNS yang akan naik pangkat.
"Outputnya supaya paling tidak, ada peningkatan layanan BLUD juga untuk mendukung bebas narkoba," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









