PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Densus 88 Satgaswil Kalteng memberikan apresiasi terhadap peran LDII dalam menguatkan ideologi kebangsaan generasi muda melalui pembinaan karakter.

Hal itu disampaikan Komandan Tim Unit Pencegahan dan Identifikasi Satgas Densus 88 Satgaswil Kalteng, Ganjar, dalam kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan di Palangka Raya.

Ganjar menegaskan bahwa generasi muda LDII telah dibekali dengan 29 karakter luhur yang menjadi modal penting untuk menangkal paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Pemuda-pemudi luar biasa LDII ini sudah lengkap dengan NKRI-nya dengan 29 karakter luhurnya,” kata Ganjar di Palangka Raya, Minggu, 24 Agustus 2025.

Ia menuturkan bahwa intoleransi, radikalisme, dan terorisme tidak ada sangkut pautnya dengan agama, melainkan upaya kelompok tertentu menyusup untuk memecah belah bangsa.

Menurutnya, penguatan ideologi kebangsaan yang dipadukan dengan pembinaan karakter menjadi benteng bagi generasi muda agar tidak terjerumus pada paham menyimpang.

Ganjar juga mengingatkan pentingnya menyaring informasi agar tidak terjebak dalam propaganda yang berusaha mendiskreditkan pemerintahan yang sah.

Ia menekankan bahwa ancaman intoleransi bukan dilihat dari penampilan, melainkan sikap menolak upacara, tidak hormat bendera, serta mencampuradukkan kehidupan agama dan bernegara.

Personel Satgaswil Kalteng Densus 88, Briptu Raka Sabda Berkah, menambahkan bahwa pembiaran terhadap intoleransi dan radikalisme dapat menghancurkan bangsa.

Ia menyebut generasi muda memiliki peran penting dalam melakukan antisipasi sejak dini dengan membangun sikap toleran.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan LDII sejalan dengan semangat kebangsaan untuk memperkokoh persatuan.

“Hal besar selalu diawali dari hal kecil. Kita jangan sekali-kali membeda-bedakan walaupun di urusan beragama kita masing-masing, tetapi dalam kehidupan sosial dan bernegara kita tidak membeda-bedakan,” ucap Briptu Raka. (HERMAWAN DP/j)